Pesta demokrasi merupakan pesta dimana masyarakat Indonesia berbondong-bondong memberikan hak suaranya untuk memilih pemimpin Indonesia selama kurun waktu 5 tahun kedepan. Gerakan anti golput selalu digencarkan, namun harapan anti golput tidak sesuai dengan kenyataan. Banyaknya polemic yang terjadi membuat masyarakat kesulitan saat pencoblosan.

Ada beberapa kejadian hari ini, tepatnya tanggal 17 April 2019 bahwa masyarakat banyak yang mengalami kendala saat mengikuti pesta demokrasi. Simak selengkapnya berikut ini!

 

  1. Masyarakat tidak bisa mencoblos hanya dengan E-KTP

Masyarakat mengalami kesulitan saat mencoblos, dimana yang tidak memiliki surat A5 tidak bisa mengambil hak suaranya. Surat A5 tersebut dapat diurus pada Komisi Pemilihan Umum setempat dan Surat A5 tersebut ditujukan bagi masyarakat yang ingin mengambil hak suaranya walaupun dalam kondisi merantau atau sedang berada di lokasi yang sama tidak seperti di E-KTP.

Banyaknya masyarakat yang kurang informasi mengenai surat A5 ini menyebabkan banyaknya kejadian golput, karena pembuatan surat A5 tersebut terakhir pada tanggal 10 April 2019. Maka, masyarakat yang tidak memiliki surat A5 dan hanya bermodalkan E-KTP tidak bisa mencoblos. Sedangkan bagi mereka yang bisa mencoblos menggunakan E-KTP saja adalah masyarakat dengan alamat yang sama dengan TPS yang dituju.

 

  1. Kurangnya Informasi Mengenai Surat A5

Minimnya informasi mengenai hal ini membuat masyarakat Indonesia akhirnya terpaksa golput, karena banyak yang tidak membuat surat keterangan A5 tersebut. Surat A5 merupakan surat keterangan mencoblos pindah TPS. Artinya, surat ini dikhususkan untuk masyarakat yang ingin mengambil hak suara walaupun alamat E -KTP berbeda dengan TPS terkait .

Faktor yang menyebabkan masyarakat tidak tahu adalah informasi yang tidak lengkap, sehingga masyarakat masih banyak yang tidak tahu bahwa harus menggunakan surat keterangan A5 jika ingin mencoblos, terutama bagi masyarakat yang posisinya tidak tinggal di daerah lain.

  1. Kotak Suara dan Kertas Suara yang tidak ada

Ditemui bahwa beberapa TPS kehabisan surat suara, bahkan daerah yang tidak memiliki kotak suara maupun kertas suaranya. “@kpu_ri yang terhormat untuk diketahui bahwa hingga pukul 13.00 WIT (waktu sudah selesai) sekitar 60 TPS di KOTA JAYAPURA BELUM menjalankan PEMILU hari ini, karena tidak ada KOTAK SUARA dan KERTAS SUARA. Parahnya, KPU Provinsi baru sibuk buat kotak suara dan lipat kertas suara hari ini.. Im totally disappointed…” dari salah satu akun media sosial masyarakat.

Komentar lain yang muncul di instagram adalah “Lucunya di Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah terdapat 7 kecamatan hingga saat ini jam 12:15 belum menerima bilik suara maupun kartu suaranya gimana kita mau memilih jadi mungkin akan terjadi golput massal di daerah tercinta kami ini. Kpu entah dimana.” Begitulah beberapa komentar masyarakat yang menyebabkan mereka terpaksa golput.

 

Begitulah beberapa polemik yang terjadi saat pemilihan suara tahun 2019 ini. Sedihnya, tidak hanya satu atau dua orang saja yang merasakan. Namun, banyak masyarakat yang terpaksa golput hanya karena faktor surat keterangan A5 dan juga surat suara yang habis di TPS.

Lantas, polemik apa lagi yang terjadi pada PEMILU 2019 di daerah kalian sahabat?

Share

Related Post