Kain linen merupakan bahan pakaian yang masuk dalam karakteristik kain yang istimewa. Kain linen terbuat dari serat alami tumbuhan rami yang membuat kain ini memiliki tekstur yang halus dan agak berkilau. Uniknya, kain linen merupakan kain pertama yang dikenal sepanjang sejarah di peradaban manusia. Hal ini dikarenakan serat linen merupakan serat alami yang pertama kali digunakan dalam pembuatan pakaian.

Kain linen memiliki karakteristik yang membuat kain ini menjadi favourite dalam pembuatan pakaian atau fashion di dunia. Adapun karakteristik kain linen adalahs ebagai berikut!

 

    • Kain linen merupakan kain dengan kualitas tinghi yakni memiliki tekstur halus dan rapi
    • Bahan dasar kain linen merupakan serat alami terkuat dibandingkan serat alami yang lain
    • Warna pada kain linen sangat soft, identic dengan warna putih yang rada pucat natural
    • Semakin dicuci permukaan kain linen semakin bagus. Namun, jika perawatan salah juga bisa membuat kain linen cepat rusak
    • Selain halus dan rapi, kain linen tidak mudah kotor sehingga sangat cocok digunakan untuk fashion
    • Kain linen membutuhkan perawatan khusus karena dapat rusak karena jamur, keringat ataupun pemutih
    • Bahan linen sangat fleksibel, jika di daerah panas kain linen akan terasa sejuk, jika di daerah dingin kain linen terasa hangat. Sangat cocok dipakai di cucaca panas ataupun dingin.

 

Dengan karakteristik yang sangat baik itulah, kain linen berkembang pesat dalam pemanfaatan bahan dasar pembuatan pakaian atau fashion di dunia. Selain itu, karakteristik kain ini mmeiliki beragam varian yang beredar di pasaran. Adapun varian atau jenis kain linen ini dapat digolongkan menjadi 5 jenis yakni sebagai berikut!

Kain Linen 3G

 

Sumber : ethica-collection.com

 

Kain 3G merupakan kain linen yang tergolong masih fresh atau baru. Dengan tekstur yang mirip dengan serat kayu, namun lebih terkesan modern dan cutting edge. Kain ini memiliki karakteristik yang tidak terlalu halus, tidak licin dan bahannya jatuh atau ringan. Pada permukaan kain jenis ini, terdapat garis panjang yang lurus, sejajar dan rapat. Kain ini cocok digunakan utuk pembuatan baju koko atau gamis ikhwan (laki-laki).

Kain Linen Viscouse (Linen Euro)

 

Sumber : udan.store

 

Kain linen jenis ini merupakan jenis kain yang kaku dan memiliki serat kain paling besar dan longgar. Sehingga membuat kesan kain ini sedikit terawang, namun serat benangnya masih batas wajar kelonggaran. Karena bahannya kaku dan tebal, bahan linen jenis ini sangat cocok digunakan untuk gorden rumah. Kain jenis ini tergolong kain yang siatnya kaku, berat dan tidak jatuh.

 

Kain Linen Lineta (Linen Slub)

 

Sumber : m.dhgate.com

 

Pada permukaannya, kain linen ini memiliki susuan serat yang rapat dengan tekstur yang saling silang. Kain ini berbeda dari kain linen lainnya, baik dari segi tekstur ataupun feelnya. Bahan pada kain ini sedikit lebih kasar, bahannya jatuh dan tidak mengkilap.

Kain Linen Look

 

Sumber : selina-ng.blogspot.com

 

Kain linen jenis ini memiliki kualitas yang baik, saat diraba saja sudah sangat nyaman untuk digunakan. Kain ini memiliki serat yang hampir sama dengan kain linen euro, namun berbeda pada komposisinya yakni pada kain look tersusun akan serat-serat yang halus dan lembut. Jika dibandingkan dengan kain euro, dilihat dari segi kualitas masih bagus kain linen look karena memiliki tekstur yang sangat lembut, licin, empuk dan jatuh. Tapi, kalau dalam segi adem, jenis kedua kain ini sama-sama ademnya.

Nama look pada jenis kain ini diambil karena kain ini memiliki serat yang terlihat dengan ukuran yang cukup besar. Hal ini membuat kain linen terlihat lebih menarik dan unik. kain linen look seringkali digunakan untuk membuat kemeja, jilbab, gamis, baju koko dan lain sebagainya.

Kain Linen Kenzo

 

Sumber : ethica-collection.com

 

Kain linen jenis yang terakhir adalah jenis kain katun linen yang belum lama beredar di pasaran. Ketebalan dan karakteristik  kain ini hampir sama dengan kain linen slub. Namun, kain kenzo lebih kasar dan bahannya tidak adem. Sehingga kain ini dimanfaatkan untuk membuat blazer, baju koko, dan gamis ikhwan (laki-laki). Untuk teksturnya hampir mirip dengan kain linen euro, bedanya tidak terlalu kaku dan berbanding terbalik dengan kain linen look yang sangat licin.

 

Nah, itulah perkembangan kain linen di dunia tekstil, terutama fashion. Untuk anda yang ingin berkecimpung di dunia usaha tekstil, alangkah baiknya mengenal bahan kain linen agar bisa memiliki kualitas bahan yang baik dan juga awet.

Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan anda mengenai tekstil ya sahabat. Bersama Deprintz, Buat Usaha Jadi Mudah!

Share

Related Post