Dalam kehidupan, masalah adalah teman setia yang selalu datang silih berganti. Namun, alangkah baiknya ketika kita mencoba untuk meminimalisir masalah. Atau menyelesaikan masalah dengan tepat sehingga masalah yang sama tidak akan terulang. Begitu pula dengan pemakaian mesin laser,  ada masalah yang umum dihadapi. Namun, alangkah baiknya kita mengetahui dahulu masalah yang sering terjadi pada saat pengukiran laser. Apa aja ya? Yuk langsung kita simak.

  1. Laser membakar kain pada saat mengukir

Sebelum kita mengukir kain dengan laser, kita harus memahami dahulu suhu dan bahan kainnya. Kain yang lebih padat seperti denim, kanvas biasanya cocok dengan proses suhu yang tinggi. Namun, jika dengan bahan kain yang halus kita harus sangat berhati-hati. Sebaiknya kita mulai mencoba dengan pengaturan suhu tinggi dan suhu rendah untuk mengetahui apakah kainnya tahan atau tidak dengan pengaturan suhu yang kita buat.

  1. Tampilan akrylik tidak putih buram

Hal ini biasanya disebabkan karna salah dalam penggunaan akrilik pada penerapannya. Akrylik dengan objek yang salah akan menyebkan tampilannya tidak putih buram. Akrylik yang bisa dipakai agar tampilan putih buram adalah acrylic cor karena dalam penerapannya itu dibuat dari acrylic cair dituangkan ke dalam cetakan yang kemudian dapat diatur menjadi berbagi bentuk dan ukuran. Acrylic ini sangat cocok untuk pembuatan penghargaan dan plakat

  1. Pengukiran kaca yang tidak konsisten

Pada saat laser menembak kaca, seringkali laser membuat retak permukaan kaca. Tetapi, tidak bisa mengukirnya secara dalam. Permukaan kaca yag retak akan menampilkan efek buram,namun dapat menjadi kasar dan cuil pada permukaannya.

Agar dapat menghasilkan permukaan yang buram dan halus, bisa menerapkan beberapa tips dibawah ini :

  • Gunakan resolusi yang lebih rendah sekitar 300 DPI, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
  • Ubah warna hitam pada grafis menjadi hitam 80 persen.
  • Jalankan pengukir laser dengan Simulasi Warna Jarvis (pola simulasi warna ini dapat ditemukan pada driver cetak Epilog), yang akan memberikan hasil akhir yang lebih halus
  • Memasang lembaran Koran atau kertas tisu yang tipis dan basah ke area pengukiran. Karena akan membantu penghambatan panas dan meningkatkan proses pengukiran. Tapi, pastikan tidak ada kerutan di kertas setelah di pasang.
  • Terakhir, jika ada serpihan kaca setelah pengukiran, poles area dengan spons gosok antigores
  1. Hasil yang berbeda dari pengaturan dalam pengukiran kayu

Kayu adalah bahan yang paling baik pada saat di laser. Bukan hanya karena bahan ini dapat dipotong, namun juga mudah untuk di ukir. Namun, jenis kayu yang berbeda akan memberikan reaksi yang berbeda. Kayu yang lebih ringan, seperti ceri atau maple, menghasilkan kontras yang cantik di tempat laser membakar kayu. Sedangkan kayu yang lebih padat memerlukan laser yang banyak agar dapat dengan mudah diukir dan dilaser.

Nah, tips yang baik untuk mengukir kayu :

  • Maple atau alder beberapa kayu yang paling popular untuk pengukiran dengan memberikan konras yang kaya
  • Pengukiran kayu polos, ukir dari bawah ke atas untuk menjauhkan asap dari ukiran.
  • Untuk mengukir kayu berwarna, lap sisa asap dan kotoran dengan kain yang lembab.
  1. Waktu pengukiran yang semakin lambat

Mengapa lambat? Karena mesin yang jarang dibersihkan menyebabkan  mesin tidak bekerja dengan baik. Hirarkinya, mesin butuh dirawat dengan sebaik mungkin agar keefektifan mesin dapet berjalan sesuai dengan yang kita inginkan. Perawatan mesin pun sangat penting untuk menjaga keefektifannya. Sebaiknya, setiap minggu anda memeriksa optic pada laser (lensa dan cermin). Umumnya optic berwarna emas jernih, cerah dan berkilau. Jika optic buram , itu tandanya ada noda dan kotoran. Segera bersihkan.

Nah, bagi kamu yang mau memulai usaha dengan menggunakan mesin laser. Sebaiknya perhatikan masalah yang umum terjadi serta cara agar mesin lasermu berjalan sesuai dengan keefektifan serta kebutuhan. Dengan begitu, usahamu pun akan berjalan lancar seperti yang kamu inginkan.

Oke, yuk mengenal lebih dalam mesin laser ^^

Share

Related Post