Masalah sering terjadi pada saat anda menyablon sebuah bahan pada media. Seringkali masalah itu terjadi dan membuat anda merasa hasil yang anda cetak tidak maksimal. Mesin DTG merupakan mesin yang sangat disukai banyak kalangan karna hasilnya memuaskan. Namun, pada mesin ini pun terdapat masalah-masalah yang sering terjadi pada saat proses pengerjaan.

Ketika mesin DTG dipakai secara terus-menerus, yang disebabkan Karena orderan menumpuk. Maka dari itu, perlunya anda mengetahui masalah yang sering terjadi pada mesin agar anda dapat mencegah masalah itu terjadi. Lantas, apa saja sih masalah yang sering terjadi pada mesin DTG dan bagaimana ya cara mengatasinya? Yuk mari dibahas di artikel ini.

 

  1. Hasil print yang tidak presisi

Apabila hasil yang anda cetak tidak presisi, bisa dikarenakan dorongan anda yang pertama dan kedua tidak sama atau bisa jadi print bergeser. Jika terjadi hal seperti ini, cobalah membiasakan dan menghapal antara dorongan yang pertama dan kedua. Namun, jika anda sudah melakukan percobaan berkali-kali namun print masih bergeser, itu artinya ada masalh yang terjadi pada mesin DTG yang harus segera di service.

 

  1. Hasil cetak warna putih kurang bagus atau tidak terang

Untuk hal ini terjadi karena nozzle nya tersumbat, maka dari itu lakukan head cleaning secara berturut-turut. Selain nozzle yang tersumbat, bisa juga dikarenakan pemakaian pada pre-treatment tidak merata atau terlalu sedikit.

Untuk mengatasinya, sebelum semprot pre-treatment maka lebih baik semprot kain dengan air terlebih dahulu lalu ratakan dengan kuas. Pastikan pre-treatment benar-benar rata lalu lakukan heat press selama 30 detik dengan suhu 160 derajat celcius.

Masalah yang lainnya yakni kualitas yang kurang bagus pada tinta yang anda pakai. Maka, sebaiknya anda mengganti kualitas tinta menggunakan tinta yang lebih bagus agar hasil yang anda dapat lebih maksimal.

 

  1. Kualitas warna yang turun pada setelah di Heat Press

Pada poin ini terjadi karena tinta putih bercampur dengan tinta warna. cara untuk mengatasinya adalah sebelum dan sesudah print color sebaiknya keringkan tinta yang berwarna putih, lalu baru lakukan heat press dengan suhu 160 derajat celcius selama 90 second. (waktu tergantung tunta yang dipakai).

 

  1. Kaos yang terlalu berbulu

Untuk mengatasi kaos yang terlalu berbulu ini bisa dengan menggunakan pre-treatment khusus untuk kaos warna putih.

 

  1. Hasil print tidak sesuai dengan hasil di monitor

Hal ini terjadi karna monitor memiliki perbedaan dari yang satu dengan yang lain. Hasil print di monitor yang satu berbeda dengan di monitor yang lain. Untuk mendapatkan hasil yang sama maka monitor harus dikalibrasi terlebih dahulu.

 

Nah, begitulah masalah yang sering muncul terhadap mesin DTG dan cara mengatasinya. Namun, mesin DTG akan terhindar dari masalah jika pemakaian sesuai prosedur dan rutinnya anda dalam merawat mesin DTG tersebut. Semoga dengan penjelasan artikel ini dapat membantu anda dalam menangani permasalahn yang terjadi pada mesin DTG. ^^

Share

Related Post