Desain merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam dunia printing, salah satunya tekstil. Desain yang akan menentukan hasil dari motif yang ingin anda buat. Tanpa desain maka motif yang anda inginkan tidak akan tercapai. Oleh sebab itu, seorang desain atau perancang memerlukan imaginasi yang tinggi untuk membuat berbagai motif dan pola desain yang beragam pada kain.

Tidak berbeda dengan seorang desainer tekstil yang harus paham dengan berbagai macam teknik, mulai dari tradisionla sampai dengan digital. Seperti yang sudah dijelaskan di artikel-artikel sebelumnya, ada dua cara mencetak di atas kain secara teknisnya yakni mencetak secara lagsung (direct printing) dan juga mencetak secara tidak langsung pada kain (indirect printing) yang biasanya menggunakan media perantara, biasanya berupa kertas transfer paper.

Namun, tak hanya itu saja teknik yang harus anda tahu loh sahabat. Berikut beberapa teknik lain yang bisa anda pahami!

 

  1. Screen Printing

Kata lain dari screen printing adalah sablon yang merupakan salah satu teknik metode langsung dari percetakan kain dengan cara mentransfer pattern desai ke kain menggunakan screen/mesh/film. Di dalam teknik ini memiliki 2 jenis yakni flat bed screen printing dan rotary screen printing. Kerennya, kelebihan teknik ini dapat melakukan percetakan pada warna terang dan kain berwarna gelap dalam intensitas yang sama. Sayangnya, teknik ini harus dilakukan dalam skala besar atau produksi yang besar. Karena jika produksinya sedikit akan menekan biaya produksi yang sangat tinggi.

 

  1. Resist Printing

Resist printing adalah teknik yang menggunakan pasta resist secara khusus untu kain dalam bentuk pattern. Kemudian, melakukan proses mewarnai hingga pasta yang diterapkan dapat menahan proses pencelupan lalu muncul sebagai warna dasar. Contoh dari teknik ini biasanya adalah teknik batik dan tie dye, dengan pasta resist yang dipakai adalah paraffin. Kemudian, ketika warna dan corak yang anda inginkan sudah selsai dicelup, maka paraffinnya dihilangkan atau diangkat dari media kainnya. Sehingga, timbullah motif baru hasil dari resist printing.

 

  1. Discharge Printing

Teknik yag ketiga adalah teknik discharge printing yang merupakan jenis teknik printing yang menghilangkan warna dari area tertentu pada kain ketika sudh dicelup. Biasanya, teknik ini menggunakan bahan-bahan kimia khsusu yang dipakai untu printing kain.

 

  1. Engraved Roller Printing

Teknik yang keempat adalah teknik mencetak dengan cara pwarna diterapkan melalui kain ke media cetak desain yang diukirpada rol mesin cetak. Hasil produksinya biasanya dijual secara gulungan atau roll kain. Teknik ini merupakan teknik dengan hasil cetak yang berkualitas tinggi yang dapat dilakukan di seluruh lot menggunakan cara yang sama. Setiap warna memiliki roll yang diletakkan secara terpisah. Setalh kain selesai dicetak jangan lewatkan proses pengeringan, kemudian proses steam untuk mengatur dan menguatkan warna.

 

  1. Spray Printing

Cara yang terakhir adalah menggunakan semprotan khusus untuk mentransfer pewarna ke dalam kain. Salah satu contohnya adalah spray gun (air brush) yang berfungsi untuk menempelkan warna pada kain melalui screen.

 

Itulah 5 teknik yang harus anda pahami dalam teknik printing desain tekstil. Dari kelima teknik tersebut yang paling sering digunakan adalah screen dan resist printing karena prosesnya simple dan mudah. Menurut sahabat, teknik mana nih yang mudah untuk dicoba?

Share

Related Post