Pada bisnis digital printing ada berbagai macam jenis mesin. Pada setiap mesin menggunakan jenis tinta yang berbeda-beda. Untuk mesin digital printing Indoor tak sama dengan jenis tinta pada mesin digital printing outdoor, dan juga yang lainnya. Tinta merupakan bahan yang sangat diperlukan jika ingin menggunakan mesin digital printing. Tanpa tinta, anda tidak akan dapat mencetak dengan berbagai jenis gambar atau desain.

Tinta yang digunakan pada usaha digital printing disesuaikan dengan tipe mesinnya, karena karakteristik tintanya berbeda-beda. Untuk itu, anda harus memahami berbagai macam tinta berikut agar tidak keliru dalam menggunakan tinta untuk mencetak.

 

  1. Tinta Solvent

Tinta ini biasanya digunakan untuk mencetak banner atau mesin digital printing outdoor. Namun, sebelum anda menggunakan tinta solvent, anda harus melihat printheadnya cocok atau tidak. Jadi, penggunaan tintanya pun tidak sembarangan dan tidak asal pakai.

Misal, anda ingin menggunakan tinta yang 30 PL lebih tepat digunakan untuk mesin outdoor yang memakai jenis printhead 30 PL. Begitu pula dengan tinta polaris yang hanya cocok digunakan untuk printhead yang polaris pula.

Harga tinta ini terbilang murah karena dapat dibeli 1 galon yang isi 5 liter. Dibandingkan dengan harga tinta eco-solvent pada mesin indoor yang hanya bisa dibeli literan saja. maka dari itu, hasil cetak pada mesin Indoor lebih tajam dibandingkan dengan mesin outdoor karena tinta yang digunakan kualitasnya berbeda.

 

  1. Tinta Eco-solvent

Tinta ini kebalikan dari tinta solvent yakni digunakan pada mesin Indoor. Harga tinta ini lebih mahal dibandingkan dengan tinta solvent, karena dijual perliter. Oleh karena itu, daya tahan dan kualitas hasil yang dicetak pun lebih bagus dibandingkan dengan mesin outdoor.

Pada tinta ini pun harus disesuaikan dengan printhead yang digunakan, tidak boleh asal sama seperti tinta solvent. Sebagi contoh, jika anda menggunakan mesin printhead Epson DX5, maka anda harus menggunakan tinta yang kompatibel.

Biasanya, tinta yang digunakan itu diaplikasikan pada bahan seperti albatross, luster atau bahan yang sering digunakan adalah luster. Walaupun daya tahan hasil cetak terbilang bagus, namun untuk memperkuat anda harus melakukan laminasi lagi agar lebih optimal.

 

  1. Tinta Sublime

Tinta ini khusus digunakan pada jenis sublimation printer yang biasanya diaplikasikan pada bahan kain. Namun, penggunaannya bukanlah langsung diprint di kain, tapi melalui transfer paper terlebih dahulu, barulah setelah itu dipress pada kain.

Tinta sublime juga terdiri dari berbagai macam, seperti fluorescent (neon) atau tinta sublime biasa. Tinta biasa lebih umum digunakan dibanding neon, biasanya tinta biasa ini digunakan untuk mencetak bahan jersey atau bahan yang lainnya.

Penggunaan tinta ini pun tak boleh asal, harus dilihat dari tujuan penggunaan printernya untuk apa. Mesin indoor bisa menggunakan tinta sublime, namun setelah menggunakan tinta sublime tidak bisa lagi menggunakan tinta eco-solvent. Maka dari itu, jika usaha anda untuk mencetak bahan kain, maka gunakan mesin digital printing khusus tekstil.

 

  1. Tinta UV

Tinta ini sesuai dengan namanya, yakni digunakan pada mesin digital printing UV. Jenis pada tinta ini ada dua yakni tinta soft dan tinta hard. Tinta ini terbilang mahal ketimbang dengan tinta eco-solvent dan solvent, namun tentu disesuaikan dengan kualitasnya.

Tinta ini sulit luntur dan memiliki hasil print yang lebih bagus. Karena jenis tinta ini ada dua, yakni tinta soft hasil print lebih tipis dan luntur dibandingkan dengan tinta hard yang hasil printnya lebih tebal dan tidak luntur.

Harga tinta UV pun ada yang merk China dan Jepang, untuk harga Jepang lebih mahal. Namun, yang biasa digunakan adalah tinta d=keluaran dari China.

 

  1. Tinta Acid

Tinta ini sangat bagus digunakan untuk mencetak dibahan dasar wol atau sutera. Namun, tinta ini juga bisa digunakan pada bahan dasar nylon. Hanya saja, tinta ini tidak cocok digunakan pada bahan dasar serat seperti katun dan rayon. Tinta ini juga tidak cocok digunakan pada bahan dasar synthetic fiber seperti polyester.

 

  1. Tinta Dye

Tinta jenis ini berbahan dasar air, sehingga tidak akan bertahan lama jika terkena air atau panas. Maka dari itu, perlunya proses laminating pada saat penyelesaiannya agar tetap aman dan tahan. Namun, karena proses laminating ini harganya pun semakin meningkat.

Tinta dye hanya bisa digunakan untuk print indoor. Bahan yang dapat diaplikasikan tinta ini seperti photo paper, PVC, canvas, glossy, silky paper dan lainnya. Tetapi, tinta ini tidak dapat diaplikasikan pada bahan dasar seperti art paper, plastic, flexi, t-shirt transfer karena bahannya tidak menyerap tinta dye yang berbahan dasar air.

 

  1. Tinta Reactive

Tinta ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 1956. Jenis tinta ini dapat diaplikasikan pada bahan dasar serat seperti katun dan nylon. Selain itu, jenis tinta ini dapat digunakan pada bahan dasar nylon dengan melewati fiksasi yang berbeda.

Tinta ini sangat rumit penggunaannya pada mesin digital printing kaena ada beberapa factor yang mempengaruhi hasil akhirnya. Untuk menghasilkan warna yang cerah dan tahan pada saat dicuci maka reaksi kimia antara tinta dengan kain harus benar-benar dikendalikan dengan benar. Apabila anda mencetak langsung pada bahan katun, maka hasil akhirnya akan sangat mudah luntur.

 

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa tinta pada mesin digital printing berbeda-beda fungsi dan karakteristiknya. So, anda harus menyesuaikan dengan printhead dan tujuan dari printernya itu sendiri. Apakah untuk mencetak bahan yang sesuai atau belum terhadap tinta yang sudah disiapkan.

So, pilihlah tinta yang benar-benar pas dan cocok untuk mesin digital printing anda ya. Supaya hasilnya sesuai harapan dan kebutuhan anda. Terimakasih!

Share

Related Post

Segera Dapatkan Info Terbaru dari Kami

Gak Pake Lama, Input Email Anda Disini!

You have Successfully Subscribed!