Teknologi Indonesia semakin berkembang, dimana industry printing semakin tak terelakkan. Perubahan drastis dari analog ke digital pada mesin cetak mendorong tren bisnis printing kea rah digital service, sehingga industry cetak semakin cepat dan lebih mudah dalam penggunaan namun hasil tetap memuasakan.

Semakin tingginya teknologi yang digunakan, semkain tinggi pula supply listrik yang harus anda gunakan. Namun, listrik yang digunakan pun harus lebih baik dibandingkan listrik biasa. Maksudnya bagaimana? Penggunaan listrik pada teknologi digital harus memenuhi syarat yang baik sebagai berikut :

 

  • Tegangan Listrik harus stabil du kisaran 220 VAC
  • Nilai ground listriknya kurang dari 0,5 VAC
  • Terbebas dari efek induksi listrik

 

Nah, tentu dengan kualifikasi di atas tentunya penggunaan listrik yang stabil merupakan salah satu hal yang harus anda perhatikan. Oleh karena itu, ground listrik menjadi performa yang patut anda pikirkan sebelum memulai sebuah usaha digital printing. Ground listrik yang baik akan membuat hasil cetak menjadi lebih maksimal. Biasanya, ground listrik yang tidak stabil ternyata akan mempengaruhi hasil cetak warnanya yang kurang solid.

Sayangnya, banyak masyarakat atau pebisnis yang menganggap penting kelistrikan. Padahal, kelistrikan merupakan hal yang sangat fundamental dalam teknologi digital printing. Namun, pada kenyataannya kelistrikan di Indonesia kurang memadai sehingga sering terjadi gangguan-gangguan listrik seperti tegangan listrik yang tidak stabil, nilai ground listrik yang tidak sesuai standard (lebih dari 0,5 VAC), serta terkena efek industri listrik.

 

Gangguan-gangguan kelistrikan akan mempengaruhi kualitas mesin diantaranya sebagai berikut :

  • Mesin gampang rusak atau error
  • Part elektrik atau controller mesin cepat rusak
  • Kualitas hasil cetaknya tidak maksimal
  • Kualitas warna hasil cetak menurun
  • Tidak sesuainya kalibrasi warna
  • Borosnya penggunaan bahan pakai (consumable)

 

Selain mempengaruhi kualitas pada mesin, ternyata gangguan listrik juga mempengaruhi pada potensi bisnis yang akan anda jalankan. Pada usaha digital printing, ada beberapa gangguan yang akan anda hadapi jika listrik yang digunakan pun bermasalh, yakni diantaranya :

  • Menurunnya produktivitas pada mesin
  • Gagalnya dalam memenuhi batas waktu (deadline) pada pelanggan
  • Gagalnya memenuhi ekspetasi pelanggan
  • Membuat pelanggan menjadi tidak puas
  • Bisa membuat pelanggan lain beralih ke vendor lain

 

BEN Teknologi

 

Nah, oleh karena itu dengan masalah yang sering terjadi gangguan listrik sehingga muncullah teknologi untuk menstabilkan listrik sehingga gangguan-gangguan itu bisa terhindari. Solusi kelistrikan tersebut yakni adalah BEN ( Boost Electric solutioN). Dengan teknologi BEN ini maka suplai listrik pada usaha digital printing akan stabil. BEN memiliki fungsi sebagai penstabil listrik atau perbaikan nilai ground listrik yang tidak stabil, sebagai penstabil teganganlistrik yang presisi dan juga sebagai filter induksi listrik.

(Mau tau spesifikasi BEN? Spesifikasinya berikut ini!)

 

Begitulah spesifikasi BEN sebagai teknologi kelistrikan yang sangat penting untuk anda gunakan saat memulai usaha digital printing. Dengan memiliki alat ini, maka usaha anda akan terhindar dari gangguan-gangguan mesin atau bisnis yang akan berjalan. Jadi, bagi anda yang ingin mempertanyakan mesin usaha atau konsultasi bisa menghubungi Deprintz ya. Deprintz, Buat Usaha Jadi Mudah!

Share Artikel ini

Related Post