Bisnis di zaman yang semakin modern tentu menjadi pilihan banyak orang. Mulai dari bisnis biasa sampai dengan bisnis yang lainnya mulai dilakukan oleh kebanyakan masyarakat untuk menghasilkan sesuatu yang menjanjikan di masa depan. Namun, dalam memulai suatu bisnis membutuhkan persiapan yang matang agar mendapatkan keuntungan yang lumayan. Oleh karena itu, perlunya planning yang jelas sebelum memulai suatu bisnis.

Penting kiranya anda melakukan planning atau persiapan bisnis yang bisa menjadi pandangan tentang bisnis anda di masa depan untuk mendapatkan keuntungan. Dengan persiapan bisnis itulah anda akan bisa menerka kapan modal yang anda keluarkan kembali.

Oleh karena itu, artikel ini akan membahas mengenai perhitungan bisnis untuk memulai suatu usaha fotocopy. Memulai usaha fotocopy ini menggunakan mesin Ineo Develop 258 yang bisa menjadi pandangan anda di masa depan. Baiklah, mari dimulai perhitungan bisnisnya!

 

Biaya Investasi awal (Modal)

  • 1 Unit Mesin Ineo Develop 258                                                 : Rp 99.900.000,-
  • Biaya Tak terduga : Rp 5.000.000,-
  • Total Modal awal : Rp 104.900.000,-

 

 

BIaya Operasional

  • Biaya Gaji Operator : Rp 2.500.000,-
  • Toner CMYK

C                                  : Rp 3.990.000

M                                 : Rp 3.990.000

Y                                  : Rp 3.990.000

K                                  : Rp 2.250.000

Total toner CMYK       : Rp 14.220.000

 

Jadi, Biaya volume print kertas adalah sebagai berikut

  • Biaya volume print kertas A4 (13.000 lembar)

Harga toner/lembar A4

Rp 14.220.000/13.000            = Rp 1.093,-/lembar A4

  • Biaya volume print kertas A3 (13.000/2 : 6.500 Lembar)

Biaya volume print kertas A3 (6.500 lembar)

Harga toner/lembar A3

Rp 14.220.000/6.500 = Rp 2.187,-/lembar A3

 

  • Total Biaya Operasional Proses Cetak = lembar A4 + lembar A4

= Rp 1.093,- + Rp 2.187,-

= Rp 3.280,-

(Baca juga : Peluang Bisnis Usaha Paling Booming)

 

Analisa Bisnis

 

 

Harga Jasa cetak ( Pendapatan ) Usaha Printing

  • Asumsi Harga Jasa Cetak Hasil Printing A3 full colour Rp 3.750,- per lembar
  • Asumsi orderan rata-rata 1000 lembar per hari
  • Laba bersih/lembar

( Harga jual Hasil Printing – biaya operasional  yaitu Rp 3.500 – Rp 3.280)             = Rp 470/lembar

  • Laba bersih/hari

( Laba bersih/lembar x rata-rata orderan per hari yaitu Rp 470 x 1000 ) = Rp 470.000,-

  • Jadi Laba bersih/bulan (25 hari) = Rp 11.750.000,- – Gaji Operator

= Rp 11.750.000 – 2.500.000,-

= Rp 9.250.000,-

 

Harga jual diatas merupakan harga rata-rata yang saya estimasi melalui pembulatan perhitungan. Dari simulasi perhitungan diatas menghasilkan BEP (Break Event Point) sebagai berikut :

  • BREAK EVENT POINT = Nilai Investasi Awal: Nilai Profit per bulan = Rp 104.900.000,-: Rp 9.250.000,-= kurang lebih 11,3 Bulan Investasi anda akan kembali

 

Dengan perhitungan di atas, dapat diketahui bahwa usaha fotocopy merupakan usaha yang cukup mumpuni dengan balik modal kurang dari 1 tahun sudah kembali. Namun, perlu anda garis bawahi bahwa perhitungan usaha di atas merupakan asumsi yang belum tentu bisa dijadikan patokan yang pasti.

Oleh karena itu, alangkah baiknya jika anda melakukan penelitian lebih lanjut mengenai persiapan bisnis dan asumsi perhitungannya dengan melakukan survey lebih lanjut untuk mendapatan hasil yang lebih sesuai. Semakin banyak survey maka akan semakin akurat data yang anda hasilkan. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan untuk anda ya sahabat. Bersama Deprintz, Buat Usaha Jadi Mudah!

Share

Related Post