Beberapa laki-laki yang sedang sibuk membuat baju jersey dengan desain yang sangat berbeda hadir di tengah-tengah sekolah. Saat jam pendidikan masuk, mereka asik bermain dengan komputer dan mesin disampingnya. Seperti layaknya operator professional, mereka dengan cekatan membuat desain mulai dari desain sepakbola, kaos sampai kemeja sesuai dengan yang diinginkan.

 

 

Ada yang istimewa dari aktivitas yang dilakukan laki-laki tersebut. Sebab, aktivitas itu dilakukan bukan oleh laki-laki dewasa pada umumnya. Namun, yang melakukan aktivitas tersebut adalah para siswa SMK Taman Karya di Kebumen, Jawa tengah yang sangat lihai menggunakan mesin industri.

Meskipun masih menjadi siswa SMK, mereka dengan semangat dan berprilaku layaknya pengusaha yang sedang menjalankan bisnis percetakan. Mulai dari membuat kaos Jersey, sampai dengan kaos yang desainnya sesuai keinginan pelanggan. Tak hanya itu, mereka pun sudah memiliki pelanggan dalam sehari mencapai 3 sampai 4 orang.

Melalui program TEFA (Teaching Factory), SMK Taman Karya di Kebumen ini mampu menciptakan peluang bisnis industri kreatif yang dibina langsung oleh PT Deprintz selaku industri yang bekerjasama dengan SMK Taman Karya Kebumen untuk melangsungkan program TEFA dari Pemerintah.

 

 

Teaching Factory (TEFA)

Kemampuan siswa yang dapat mengoperasikan mesin  industri seperti mesin Sublime, mesin cutting sticker dan mesin-mesin yang lain adalah salah satu hasil dari metode belajar Teaching Factory yang diterapkan di SMK Taman Karya Kebumen.

Teaching factory merupakan program pemerintah yang berorientasi pada bisnis dan produksi demi menjawab tantangan perkembangan industri di masa kini dan nanti. Dengan kata lain, Pemerintah membuat program yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat generasi muda melalui kerjasama dengan industri kreatif yang berjalan di bidangnya masing-masing.

Program TEFA sangat membantu para siswa SMK Taman Karya Kebumen dalam menjalankan bisnis di usia muda dan berharap akan terus berkembang. Harapannya, siswa dan siswi SMK Taman Karya bisa menambah pengetahuan tentang berwirausaha dan belajar menjadi seroang pengusaha. Sehingga, siswa dan siswi ini akan siap menghadapi perkembangan industri di era 4.0.

Menurut Kasubdit Kurikulum Direktorat Pembinaan SMK Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI Mochamad Widiyanto pada tahun 2019 menerangkan bahwa Teaching factory merupakan model pembelajaran yang membawa suasana industri ke sekolah, sehingga sekolah dapat menghasilkan produk yang berkualitas industri.

Oleh karena itu, metode teaching factory sangat membantu para siswa untuk menguasai keahlian dan keterampilan yang disesuaikan dengan standard industri yang sebenarnya. Selain itu, produk yang dihasilkan oleh siswa bisa dipasarkan ke masyarakat luas untuk mendapatkan pendapatan agar membantu biaya operasional sekolah.

PT Deprintz, salah satu perusahaan yang menunjang siswa-siswi SMK Taman Karya dalam program TEFA ini juga mengatakan bahwa TEFA adalah jawaban dari kebutuhan siswa dengan industri yang saling berkaitan.

SMK Taman Karya pun sudah membuktikan bahwa program TEFA sangat berpengaruh terhadap skill atau keterampilan para siswa dan siswinya. Hingga saat ini siswa dan siswi SMK Taman Karya Kebumen pun membuka showroom percetakan di sekolahnya yang bernama “Karya Warna”. Showroom ini melayani pencetakan kaos, kemeja dan jersey.

 

Anak SMK Kebumen Taman Karya Sedang Membuat Jersey

 

Meskipun masih terbilang muda, usaha siswa SMK ini ternyata membuahkan hasil. Dalam 3 bulan berjalan menggunakan mesin dari PT Deprintz, ternyata mereka sudah memiliki pelanggan. Customernya pun tidak hanya berasal dari daerah Kebumen saja, namun sudah ada permintaan dari daerah Tangerang juga. Tidak hanya offline, siswa SMK Taman Karya Kebumen ini juga membuka jasa layanan secara online.

Untuk yang secara offline, siswa SMK ini memasarkannya dengan cara menitipkan produk yang sudah diproduksi ke distro-distro terdekat. Omset yang didapat dari hasil produksi jersey dan kaos pun untuk awal cukup menguntungkan. Dengan omset rata-rata 3 juta per bulan, dimana sudah 3 bulan berjalan untuk usaha siswa-siswi SMK ini. Sehingga ke depan akan berencana membuat clothing brand tersendiri.

“Rencana kami ke depan adalah ingin membuat clothing brand sendiri untuk dititipkan ke distro-distro, harapannya agar omset yang sekarang berjalan semakin bertambah” imbuh dari Pak Adi selaku kepala jurusan dan pembina dari siswa-siswi SMK Taman Karya Kebumen.

 

Keuntungan TEFA dari segi Pemerintah, Sekolah dan Industri

Dalam segi keuntungan, tentu ada 3 bagian yang mengalaminya yakni mulai dari Pemerintah, SMK dan juga para industri terkait. Adapun keuntungannya adalah beberapa berikut ini!

 

Pemerintah

    • Menciptakan generasi muda yang lebih mandiri
    • Membuka peluang kerja bagi generasi muda, sehingga mempersempit pengangguran di Indonesia
    • Menciptakan generasi yang memiliki jiwa enterpreneur sejak muda
    • Meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia di bidang bisnis

 

SMK

    • Menciptakan siswa-siswi lulusan SMK yang kompeten dan siap kerja
    • Menciptakan siswa-siswi yang memiliki keterampilan bisnis ataupun wirausaha
    • Menambah pengetahuan mengenai dunia bisnis sesuai industri yang dikerjasamai untuk siswa-siswi SMK-nya
    • Menambah relasi dengan industri untuk membuat kerjasama lebih luas

 

 

Industri

    • Mendapatkan keuntungan berupa kerjasama bersama TEFA dan Sekolah untuk menunjang kebutuhan industri di SMK
    • Memperkenalkan industri terpilih menjadi industri yang dikenal oleh masyarakat luas (branding).

 

Dengan kata lain, program TEFA ini sangat menguntungkan bagi semua pihak yang terkait seperti dari Pemerintah, SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) dan juga Industri. Program TEFA menunjang dari segala pihak dengan sistem yang bisa membangun generasi muda yang siap terjun ke dunia kerja ataupun berwirausaha.

 

Lihat Keseruan SMK Taman Karya Kebumen Melakukan Produksi Disini!


 

Harapan Pemerintah dalam program TEFA ini sangatlah besar, dengan bukti SMK Taman Karya Kebumen yang sudah memulainya dengan omset yang cukup menguntungkan dan akan terus berkembang ke depan. Dengan begitu, pendidikan di Indonesia akan lebih maju dalam bidang bisnis dan wirausaha.

Jadi, jika SMK anda sedang membutuhkan tangan untuk membina siswa-siswi anda dalam program TEFA, PT Deprintz siap membantu dan memberi ilmu serta training kepada siswa dalam mengoperasikan mesin yang dibutuhkan. Seperti slogan PT Deprintz yakni “bersama Deprintz, buat usaha jadi mudah” yang akan membantu program TEFA secara penuh dan konsisten.

Share Artikel ini

Related Post