Dalam dunia usaha, pasti anda sudah tak asing lagi dengan yang namanya sablon. Sablon kaos erutama, yang menjadi peluang usaha tak pernah ada matinya. Sablon kaos memiliki teknik yang berbeda-beda, mulai sublimasi, polyflex, DTG sampai dengan printable. Kebanyakan orang mengerti apa sih peredaan sablon sublimasi dan DTG, namun banyak yang masih bingung dengan perbedaan sablon polyflex dan printable flex dimana banyak yang salah fokus dengan bahan yang digunakan.

Namun, meskipun keduanya terlihat membingungkan, namun ternyata ada perbedaannya. Disinilah kita akan membahas apa perbedaan dari kedua sablon tersebut. Adapun perbedaannya adalah sebagai berikut!

 

Dari proses pembuatan dan bahan

Pembuatan sablon polyflex menggunakan bahan polyflex yang dimulai dengan cutting menggunakan mesin cutting. Lalu, setelah itu menggunakan teknik peeling untuk mengelupas bagian yang tidak digunakan sehingga akan menyisakan bagian desain yang anda buat untuk ditempelkan ke kaos. Setelah itu, hal terakhir yang dilakukan adalah menempelkan desain polyflex itu ke kaos yang anda inginkan.

Sedangkan, kalau sablon printable flex menggunakan bahan printable (bahan warna putih) yang dicetak menggunakan mesin eco solvent. Lalu kemudian bahan yang tidak digunakan dipisah dengan bahan yang akan dicetak pada kaos. Lalu, langkah akhirnya adalah di press pada media kaos.

Jadi, yang membedakan adalah bahannya namun proses pembuatannya hampir sama.

 

Warna sablon

Kalau sablon polyflex, warna yang dihasilkan hanya satu warna. Bisa dibuat beberapa warna, namun prosesnya ribet dan panjang. Harus potong satu per satu untuk memotongnya untuk komposisi warna pada polyflex. Namun, kalau printable flex bisa gradasi atau full colour. Bahan yang digunakan biasanya lembaran printable flex yang bisa dicetak menggunakan tinta eco solvent.

 

Hasil Sablon

Hasil dari kedua teknik ini sama bagus kualitasnya. Hanya saja, perbedaannya terletak pada tekstur karena menggunakan bahan yang berbeda. Oleh karena itu, berikut ini adalah perbedaan hasil antara sablon polyflex dan printable flex.

 

Hasil Sablon Polyflex
  • Sifatnya elastis, tahan terhadap tarikan
  • Ringan
  • Daya rekat tinggi sehingga saat di press pada media kaos langsung menempel kuat
  • Memiliki pilihan warna yang cerah
  • Harga terjangkau
  • Proses pembuatan lebih cepat
  • Tidak mudah luntur saat di cuci
  • Bisa custom sesuai keinginan maupun satuan

 

Hasil Sablon Printable Flex
  • Daya rekat lebih kuat dari Polyflex
  • Tidak mudah retak atau mengelupas
  • Tekstur sedikit lebih tebal
  • Hasil lebh cerah dan warna tajam
  • Bisa desain banyak warna atau gradasi
  • Warna tidak mudah luntur meski di cuci berkali-kali
  • Harga relatif lebih mahal

 

Nah, itulah perbedaan antara sablon polyflex dan printable flex. Kedua teknik tersebut memiliki keunggulan masing-masing. Jika untuk sablon satuan, kedua sablon itu sama-sama bagus untuk digunakan. Jika anda ingin rekomendasi tentang mesin apa yang cocok, bisa hubungi Deprintz ya. Deprintz, Buat Usaha Jadi Mudah!

Related Post