Bagi anda yang sedang mempelajari dunia konveksi dan tekstil, tentu anda harus mengetahui apa itu gramasi kain. Gramasi pada kain merupakan suatu ukuran perbandingan berat kain setiap satuan ukurannyauntuk mengetahui berapa ukuran benang yang digunakan dan perkiraan panjang kain yang akan dihasilkan nanti agar bisa ditentukan untuk penggunaan yang tepat.

Satuan gramasi biasanya menggunakan gram per meter persegi (gr/m2) alias GSM (Gram per Squared Meter) dimana satuan ini juga digunakan sebagai satuan ketebalan kertas. Namun, jika di luar negri biasanya menggunakan ukuran oz (ons) atau oz/y2. Dari berat GSM inilah, anda bisa klasifikasikan kainnya yakni sebagai berikut!

 

Klasifikasi kain berdasarkan berat GSM

 

Sumber : digiparche.ir

 

  • Sangat Ringan

Kain yang memiliki ukuran gramasi antara 1 sam[ai 135 gram/m2 merupakan termasuk jeniskain yang tergolong sangat ringan (very light)

  • Ringan

Untuk kain yang memiliki ukuran gramasi kain antara 135 gram/m2 sampai 200 gram/m2 merupakan klasifikasi kain yang tergolong berat yang ringan (light)

  • Menengah

Selanjutnya, untuk kain yang memiliki ukuran gramasikain antara 200 sampai dengan 270 gram/m2 termasuk ke dalam golongan kain yang beratnya menengah (medium)

  • Menengah – Berat

Untuk kain yang memiliki ukuran gramasi antara 340 gram/m2 sampai 400 gram/m2 masuk ke dalam klasifikasi ukuran kain menengah – berat (medium-heavy)

  • Berat

Kain dengan ukuran gramasi antara 340 gram/m2 sampai 400 gram/m2 masuk dalam kategori kain yang memiliki klasifikasi berat (heavy)

  • Sangat Berat

Yang terakhir, jika kain memiliki ukuran gramasi antara 400 gram/m2 ke atas tergolong dalam klasifikasi sangat berat (very heavy).

 

Dari klasifikasi kain berdasarkan beratnya, anda bisa  melihat jenis kain berdasarkan berat GSM, diantaranya adalah sebagai berikut :

 

    • Jenis kain yang masuk dalam golongan kain sangat ringan antara lain organza, linen, voile, chiffon, mesh dan habutal
    • Jenis kain yang masuk dalam golongan kain menengah sampai menengah – berat yakni bahan satin, oxford, velvet, charmeuse dan taffeta
    • Jenis kain yang masuk ke dalam kelas berat sampi sangat berat yakni bahan kanvas, denim, brokat, peau de soie dan poplin.

 

Klasifikasi kain berdasarkan ukuran benang

 

Sumber : wevatextile.com

 

Selain berdasarkan berat GSM, kain juga diklasifikasikan berdasarkan ukuran benang yang digunakan untuk menentukan ketebalan kaos yang umumnya dilihat dari ukuran gramasi. Klasifikasi kain berdasarkan ukuran benang antara lain sebagai berikut :

                                                                                                

  • Benang 20s

Benang dengan ukuran 20s, ketebalan atau gramasi mencapai 180 – 220 gram/m2 biasanya menggunakan jenis rajutan single knit. Meskipun kekuatannya melampaui batas dibandingkan jenis lainnya, namun tetap nyaman saat digunakan.

  • Benang 24s

Benang ukuran 24s ini memiliki ketebalan gramasi 170-210 gram/m2 dengan menggunakan rajutan single knit yang masuk kategori ketebalan sedang atau menengah.

  • Benang 30s

Dibandingkan dengan 20s dan 24s, jenis benang ini lebih tipis yakni gramasinya sekitar 140-160 gram/m2 menggunakan jenis rajutan single knit. Untuk rajutan double knit ketebalannya sekitar 219-230 gram/m2 sehingga akan lebih dingin saat digunakan dibandingkan dengan jenis kain sebelumnya.

  • Benang 40s

Jenis benang ini merupakan yang paling tipis dibandingkan yang lainnya yakni ketebalan gramasinya 140-160 gram/m2, tetapi bukan berarti jenis benang ini kualitasnya di bawah jenis lainnya.

 

Dari kualitas bahan yang sudah dijelaskan di atas, bisa disimpulkan bahwa pengaruh gramasi terhadap kualitas kain dalam penggunaan sangatlah penting. Berikut pengaruh gramasi terhadap penggunaan kainnya, yakni :

 

Sumber : kaospabrik.com

 

  • Ketebalan Kain

Secara garis besar, semakin besar gramasi pada kaian maka akan semakin tebal kainnya. Meskipun tidak sepenuhnya bisa ditentukan seperti itu, apalagi jika dibandingkan dengan kain yang memiliki serat dan jenis tenunan yang berbeda.

  • Kualitas Kain

Kualitas kain tidak berpengaruh terhadap gramasi dan ketebalannya, karena kualitas kain berpengaruh pada jenis kain masing-masing. Karena kualitas kain sendiri memiliki kelebihan masing-masing, mulai dari segi penggunaan sampai awet atau tidaknya. Contohnya aja untuk bahan denim yang berat biasanya lebih awet, namun sifon yang ringan pun juga awet. Jadi, tinggal dipengaruhi terhadap jenis kainnya saja bukan ketebalannya.

  • Kondisi cuaca

Kondisi cuaca menentukan penggunaan kain, mulai dari tidak menggunakan bahan yang tebal pada cuaca yang panas terik,  melainkan digunakan saat cuaca lagi dingin atau musim hujan. Jadi, penggunaan gramasi dan ketebalan harus memperhatikan kondisi cuacanya.

  • Kenyamanan bahan kain

Gramasi yang berapapun tentu memiliki kenyamanan tersendiri yang disesuaikan dengan penggunaanya. Sebagai contoh, untuk jaket atau celana yang kuat dan tidak mudah robek bisa gunakan bahan denin atau jeans yang memiliki gramasi yang tebal dan jika ingin kenyamanan untuk digunakan sehari-hari bisa menggunakan bahan yang lebih ringan contohnya katun untuk kaos dan kemeja.

 

Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai gramasi yang diklasifikasikan berdasarkan berat dan juga jenisnya. Jika sahabat ingin membuka usaha tekstil, anda harus mengetahui tentang gramasi secara detil. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda dan menambah wawasan untuk membuka usaha. Bersama Deprintz, Buat Usaha Jadi Mudah!

Share

Related Post