Untuk yang sudah mengerti apa itu genset beserta fungsinya, tentu ingin tau bagaimana cara kerjanya. Baik Perusahaan, toko atau kebutuhan rumah tangga membutuhkan genset sebagai alat bantu ketika listrik dalam keadaan padam. Dari kebutuhan itu, sudah selayaknya banyak yang ingin tau bagaimana cara kerja genset agar dapat mengoperasikannya. Oleh karena itu, kali ini saya akan membahas mengenai prinsip kerja genset.

 

Berdasarkan arus yang dihasilkan generator dibedakan menjadi dua yakni :

  1. Generator AC

Menghasilkan arus bolak-balik menggunakan Slip ring

  1. Generator DC

Menghasilkan arus searah menggunakan Comutator

 

Generator arus bolak balik biasanya disebut dengan alternator. Generator adalah alat yang berfungsi untuk mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik melalui proses induksi elektromagnetik. Energi mekanis pada generator didapat dari prime mover. Genset mampu digunakan sebagai sistem cadangan listrik atau off-grid (Sumber daya tergantung dengan penggunaan pemakai).

Generator terpasang satu poros dengan motor diesel, biasanya pada saat pembangkitan menggunakan generator singkron (alternator).  Generator sinkron (alternator) memiliki dua bagian yakni sistem medan magnet dan jangkar. Alternator memiliki kapasitas yang besar, medan magnet berputar dikarenakan letaknya diatas rotor.

Syarat utama untuk menghasilkan listrik adalah harus ada perubahan fluks magnetik. JIka tidak, maka mustahil akan adanya listrik. Cara mengubah fluks magnetic yaitu dengan energy dari sumber lain seperti angin dan air yang memutar baling-baling turbin untuk menggerakkan magnet tersebut atau dengan menggerakkan kumparan magnet dalam kumparan tersebut.

Ketika listrik padam, genset bekerja selama 10 detik, 10 detik berikutnya tenaga listrik diswitch ke genset. Nah pada saat inilah akhirnya listrik dapat menyala kembali. Itu artinya untuk menghidupkan genset memerlukan waktu kurang lebih 20 detik. Nah, cara kerja genset pada waktu 20 detik ini ditopang oleh AVR (Automatic Voltage Regulator) untuk memberikan supply listriknya.

Di dalam AVR, ada Mutual Reactor (MT) yang menghasilkan arus listrik berdasarkan dari arus beban yang melaluinya secara rangkaian seri yakni semacam trafo jenis CT (Current Transformer). Arus listrik yang dihasilkan digunakan untuk memperkuat medan magnetnya pada belitan motor.  Sehingga, butuh arus lebih besar ketika beban yang anda berikan besar.

Untuk menjaga kestabilan genset, tidak hanya membutuhkan kestabilan AVR. Namun membutuhkan kestabilan RPM (Rotation Power Momentum) ada system Governor sehingga dapat menghasilkan frekuensi putaran yang stabil pada saat diberi beban atau tidak. Hal bisa dilakukan adalah mengatur supply BBM (biasanya menggunakan solar) pada genset.

Nah, secara garis besar bahwa genset berfungsi ketika AVR dan RPM nya stabil, sehingga dapat menghasilkan listik yang stabil pula. Oleh Karena itu, pentingnya anda dalam mengetahui cara kerja genset adalah untuk membantu anda ketika ada prihal kerusakan atau problem yang terjadi pada genset itu sendiri. Semoga artikel ini bermanfaat ^^

 

Share

Related Post