Mesin Offset dan Digital memiliki kemampuan yang sama untuk mencetak dokumen seperti kertas HVS, Art Paper, kalkir dan bahan-bahan lainnya. Perbedaannya terletak pada cara kerja dari mesin tersebut. Lantas, apa sih perbedaan dari kedua mesin ini? Kira-kira mana yang lebih unggul? Mari kita lihat penjelasannya berikut ini!

 

Cetak dengan teknik Offset

Teknik offset merupakan salah satu teknik percetakan yang paling umum digunakan. Metode offset  adalah metode yang materinya di pindahkan dari cetakan plat ke lapisan karet, setelah itu baru ke atas permukaan bahan. Teknik ini menggunakan tinta basah, sehingga memerlukan waktu lebih untuk proses pengeringan.

Umumnya, teknik offset ini digunakan pada skala dan produksi besar, dikarenakan semakin banyak kuantitas yang dicetak, maka semakin murah biaya produksinya. Jika melakukan cetak satuan, teknik offset tidak direkomendasikan karena berimbas kepada biaya produksi yang akan meningkat.

Lantas, apa sih kelebihan dan kelemahan dari teknik offset ini?

 

Kelebihan

    • Dapat mencetak dalam jumlah yang banyak di atas ribuan lembar, sehingga semakin banyak kuantitas yang dicetak, maka harga perlembarnya akan lebih murah.
    • Dapat mencetak pada tekstur kertas yang kasar dan bergramatur dengan tebal mencapai 300 gsm.
    • Ukuran kertas yang dapat dicetak bisa lebih besar yakni A1 sampai A0.
    • Anda dapat mencetak dengan warna emas dan perak seperti warna stabile untuk mendapatkan hasil yang lebih sempurna.

Kekurangan

    • Waktu yang dibutuhkan lebih lama, karena proses yang cukup panjang seperti pembuatan film, pembuatan plat cetakan hingga penyetelan tinta pada mesin yang akan digunakan. Selain proses tersebut, adanya proses pengeringan yang membutuhkan waktu lebih.
    • Kurang ramah lingkungan, karena saat proses produksi akan banyak sampah yang berserakan imbas dari sisa uji coba pencetakan.
    • Tidak direkomendasikan untuk cetak satuan, karena harga akan lebih mahal dibandingkan cetak beribu lembar.

 

Teknik Digital Printing

Teknik ini merupakan teknik yang lebih cepat diproduksi, karena menggunakan metode percetakan berbasis digital yang berbentuk file lalu dicetak diberbagai media. Kerennya, teknik digital printing tidak memerlukan proses pra cetak seperti pembuatan film, plat cetak (offset), ataupun afdruk screen (sablon) sehingga proses yang berlangsung bisa lebih praktis.

Karena proses yang dilakukan teknik digital printing ini lebih ringkas, sehingga teknik ini hanya direkomendasikan untuk produksi skala kecil atau biasa disebut print on demand (sesuai permintaan) karena dapat mencetak dalam jumlah sedikit bahkan satuan.

Adapun kelebihan dan kelemahan pada teknik digital printing adalah sebagai berikut!

 

Kelebihan

    • Dapat mencetak dalam jumlah sedikit bahkan satuan, sehingga mempermudah anda untuk mencetak sesuai dengan permintaan
    • Waktu pengerjaan yang lebih cepat tanpa menunggu lama untuk mendapatkan hasil cetaknya.
    • Harga lebih murah untuk skala kecil

Kelemahan

    • Tidak direkomendasikan untuk mencetak dalam skala besar karena akan membuat warna tidak konsisten
    • Hanya dapat mencetak dengan ukuran A3+ saja.
    • Hanya dapat mencetak dengan gramatur kertas maksimum 270 gsm.
    • Tidak direkomendasikan untuk skala lebih besar, karna harga akan jauh lebih mahal dibandingkan dengan teknik offset.

 

Nah, itulah perbedaan dari pencetakan dengan teknik offset dan digital yang harus anda tahu. Jika anda ingin membuka usaha dengan skala besar atau grosir, anda bisa menggunakan mesin offset. Namun, jika anda ingin menjual dengan beragam desain dan menerima cetak satuan, anda bisa menggunakan mesin digital printing. Jadi, kedua mesin memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda sahabat!

Share

Related Post