Bagi Printzie yang akan menggeluti usaha di dunia cetak sablon, artikel ini cocok buat kamu!

Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas sekilas seputar teknik sablon polyflex dan sublimasi. Kali ini mimin akan membahas seputar perbandingan kedua teknik tadi dengan teknik sablon menggunakan Direct Transfer Film (DTF) dan Direct To Garment (DTG) lengkap dari berbagai sisi.

Simak hingga akhir ulasan berikut.

Perbandingan Proses Cetak Tiap Jenis Sablon

Polyflex

hasil sablon polyflex

Untuk sablon polyflex, teknik yang digunakan memakai bahan sejenis sticker yang akan dipotong sesuai pola menggunakan mesin cutting sticker, kemudian di press memakai mesin heat press.

Mesin cutting sticker, memiliki maksimal lebar area potong mulai dari 36 cm hingga 1,2 m dengan ketebalan 0,08 mm-1 mm bergantung pada tipe, ukuran, dan merek mesin.

Untuk varian mesin cutting sticker lainnya, dapat kamu lihat daftarnya di Daftar Varian Cutting Sticker.

Sublimasi

hasil sablon sublim

Sablon sublimasi merupakan teknik mencetak desain dengan memanfaatkan printer yang menggunakan tinta sublimasi dan kertas transfer yang kemudian di press memakai mesin heat press.

Printer sublimasi ini memiliki maksimal lebar kertas yang dapat dicetak mulai dari 25 cm hingga 1,6 m bergantung tipe, ukuran, dan merek mesin.

Untuk varian printer sublimasi lainnya, dapat kamu lihat daftarnya di Daftar Varian Printer Sublim.

DTF

hasil sablon dtf

Sablon DTF adalah teknik printing digital menggunakan paduan tinta pigment dengan bubuk lem sablon/hotmelt powder yang sebelumnya dicetak di bahan PET roll untuk kemudian menghasilkan gambar di atas kain dengan cara di oven terlebih dahulu untuk melumerkan bubuk lemnya kemudian dipress.

Printer sablon DTF sendiri rata-rata memiliki maksimal lebar area kerja hingga 62 cm dengan ketebalan 1,5 mm-6 mm.

Untuk varian printer DTF lainnya, dapat kamu lihat daftarnya di Daftar Varian Printer DTF.

DTG

hasil sablon dtg

Sablon DTG adalah teknik printing digital menggunakan tinta khusus untuk mencetak langsung ke pakaian dengan printer DTG.

Sablon DTG berbeda dengan sablon sublimasi. Dalam proses DTG, warna yang tercetak hanya sampai ke bagian permukaan bahan, sedangkan dalam proses sublimasi warna menembus hingga ke dalam bahan.

Printer DTG memiliki maksimal lebar area kerja mulai dari A4, A3, hingga A3+ bergantung pada tipe, ukuran, dan merek mesin.

Untuk varian printer DTG lainnya, dapat kamu lihat daftarnya di Daftar Varian Printer DTG.

 

Perbandingan Harga Mesin Cetak Sablon

Untuk melakukan perbandingan dari segi harga mesin cetak sablon yang ditawarkan di pasaran tidaklah jauh berbeda.

Dalam melakukan perbandingan mesin sablon, hal ini lebih berdasarkan biaya yang dikeluarkan bisa mendapatkan kualitas seperti apa karena, jika membandingkan sebuah merek/brand satu dengan yang lain berdasarkan kemiripan spesifikasi, pasti Printzie tetap akan menemukan perbedaan dari harga tersebut.

Jadi, pastikan kamu sudah bisa menilai dengan mengeluarkan biaya tertentu kamu bisa mendapatkan spesifikasi yang diinginkan sesuai kebutuhan usahamu.

 

Perbandingan Jenis Tinta Yang Digunakan dan Media Cetak Sablon

Pada teknik sablon polyflex, tidak menggunakan tinta karena bahan yang digunakan untuk cetak gambar adalah sticker polyflex itu sendiri. Untuk media cetaknya, katun dan polyester biasanya yang paling sering digunakan.

Sedangkan pada teknik sablon sublimasi, tinta sublim yang digunakan dominan mengandung minyak, pewarna, diluent/pengencer tinta, dan zat lainnya sehingga memiliki ketahanan yang baik ketika gambar menempel pada media cetak. Tintanya sendiri memiliki varian 4 warna (C, M, Y, K).

Umumnya printer sublimasi lebih banyak digunakan di kain TC, polyester, dry fit, jersey, gelas mug, mouse pad, tas laptop, dan lain-lain.

Teknik sablon DTF, tinta yang digunakan berjenis pigment CMYK + WW hingga CMYK + WWWW.  Bahan-bahan yang dapat dicetak dengan printer DTF bervariasi mulai dari bahan katun, polyester, scuba, kain TC, dan bahan berserat lainnya.

Berbeda dengan teknik sablon DTF, tinta yang digunakan sablon DTG berjenis pigment CMYK + WW hingga CCMMYK+WWWWWW. Bahan yang paling disarankan jika menggunakan mesin ini adalah 100% katun, 100% light poly, canvas, dan lain-lain.

 

Perbandingan Hasil Cetak

Jika kamu suka menonton pertandingan bola, pasti kamu tidak akan asing melihat nama ataupun nomor punggung di baju belakangnya. Nah, nama dan nomor punggung tadi hampir 100% menggunakan sticker dari bahan polyflex loh! Karena polyflex kuat merekat pada kain dengan bahan jersey.

Jadi tidak perlu diragukan lagi dari segi kualitas hasil.  Selain itu bahan polyflex memiliki sifat yang elastis ketika ditarik sehingga lebih tahan lama dan awet.

Untuk keuntungan lain dari sablon polyflex, kamu bisa baca artikel terkait di Keuntungan Sablon Polyflex Yang Wajib Kamu Tahu

Pernah berpikir teknik apa yang digunakan untuk mencetak hijab dan mukena dengan motif? Atau pernah melihat sarung bantal yang warnanya tembus hingga dalam?

Ternyata produk-produk tadi berasal dari teknik sublimasi loh! Hasil dari sablon sublimasi menampilkan warna yang lebih cerah, kontras, halus serta tidak retak. Umumnya hasil sablon dari jenis ini bersifat permanen sehingga warna yang tercetak pun tidak mudah luntur karena tinta sablonnya menyerap ke dalam serat kain.

Untuk mengetahui trend seputar bisnis sablon dengan teknik sublimasi silahkan baca selengkapnya di Trend Bisnis Sublimasi Tahun 2021

Nah, lanjut perbandingan sablon DTF dan DTG nih Printzie.. Sablon dengan teknik DTF dan DTG memiliki kesamaan pada tekstur akhir, yup sama-sama halus jika diraba, warna yang tidak mudah luntur dan pekat meskipun dicuci berkali-kali.

Namun hasil dari sablon DTF lebih elastis meskipun ditarik berkali-kali berbeda dengan sablon DTG yang jika ditarik akan terlihat seperti retak. Maka, untuk teknik jenis DTG ini disarankan menggunakan gramasi 30s/40s agar hasil cetaknya tidak mengikuti pori-pori kain.

 

Gunakan Perbandingan Teknik Sablon Digital Ini Untuk Hasil Usaha Lebih Maksimal

Sekarang, kamu sudah mengantongi perbandingan dari keempat metode sablon. Tentunya, perbandingan tersebut akan membantu kamu mendapat hasil cetak sablon yang sesuai harapan.

Nah, untuk memudahkanmu, kami sudah membuat rangkumannya sebagai berikut :

tabel perbandingan teknik sablon

Nah, sampai sini dulu artikel perbandingan teknik cetak salon ini. Kamu ngga perlu bingung lagi mau buka usaha cetak sablon yang mana. Sekarang waktunya kamu untuk TAKE ACTION NOW!

Akhir kata, sampai jumpa di artikel menarik lainnya, ya!

 

Share Artikel Ini