Bisnis printing merupakan bisnis yang cukup menjanjikan di dunia yang semakin berkembang ini. Mulai dari printing kertas sampai kertas yang semakin tinggi peminatnya. Dalam emmulai suatu bisnis, tentu anda membutuhkan yang namanya persiapan atau planning. Persiapan mulai dari modal yang dibutuhkan, apa saja alat dan bahan yang diperlukan sampai untung yang akan didapat kedepan.

Perhitungan bisnis yang menjanjikan membutuhkan yang namanya plan bisnis yang matang. Analisa perhitungan menjadi salah satu tolak ukur yang harus anda persiapakan. Analisa bisnis diperuntukkan agar anda bisa menelaah modal yang anda keluarkan dan untung serta kapan modal itu kembali dalam beberapa bulan. Oleh karena itu, berikut perhitungan bisnis yang bisa anda jadikan salah satu referensi!

Perhitungan bisnisnya sebagai berikut!

 

Biaya Investasi awal (Modal)

  • 1 Unit Mesin Ineo Develop 287         : Rp 84.900.000,-
  • Biaya Tak terduga                             : Rp 5.000.000,-
  • Total Modal awal                                : Rp 89.900.000,-

BIaya Operasional

  • Biaya Gaji Operator : Rp 2.500.000,-
  • Toner CMYK

C                                  : Rp 4.990.000

M                                 : Rp 4.990.000

Y                                  : Rp 4.990.000

K                                  : Rp 2.250.000


Total toner CMYK       : Rp 17.220.000

 

Jadi, Biaya volume print kertas adalah sebagai berikut

  • Biaya volume print kertas A4 (13.000 lembar)

Harga toner/lembar A4

Rp 17.220.000/13.000            = Rp 1.324,-/lembar A4

  • Biaya volume print kertas A3 (13.000/2 : 6.500 Lembar)

Biaya volume print kertas A3 (6.500 lembar)

Harga toner/lembar A3

Rp 17.220.000/6.500 = Rp 2.649,-/lembar A3

 

  • Total Biaya Operasional Proses Cetak = lembar A4 + lembar A4

= Rp 1.324,- + Rp 2.649,-

= Rp 3.973,-

 

Analisa Bisnis

Harga Jasa cetak ( Pendapatan ) Usaha Printing

  • Asumsi Harga Jasa Cetak Hasil Printing A3 full colour Rp 4.500,- per lembar
  • Asumsi orderan rata-rata 1.000 lembar per hari
  • Laba bersih/lembar

( Harga jual Hasil Printing – biaya operasional  yaitu Rp 4.500 – Rp 3.973)             = Rp 527/lembar

  • Laba bersih/hari

( Laba bersih/lembar x rata-rata orderan per hari yaitu Rp 351 x 1.000 ) = Rp 527.000,-

  • Jadi Laba bersih/bulan (25 hari)

= Rp 13.175.000,- – Gaji Operator

= Rp 13.175.000,- – Rp 2.500.000,-

= Rp 10.675.000,-

 

Harga jual diatas merupakan harga rata-rata yang saya estimasi melalui pembulatan perhitungan. Dari simulasi perhitungan diatas menghasilkan BEP (Break Event Point) sebagai berikut :

  • BREAK EVENT POINT = Nilai Investasi Awal: Nilai Profit per bulan = Rp 89.900.000,- : Rp 10.675.000,- = kurang lebih 8,4 Bulan Investasi anda akan kembali

 

Itulah analisa bisnis cetak atau printing menggunakan mesin Ineo Develop 287 yang ada di Deprintz. Dengan menggunakan mesin diatas, anda dapat menghasilkan keuntungan bersih perbulan kurang lebih 11 juta-an. Namun, perlu anda garis bawahi bahwa perhitungan diatas bukan suatu hal yang pasti, tentunya memiliki perbedaan di setiap daerah.

Alangkah baiknya, anda mulai mensurvei sendiri agar hasilnya akurat dan sesuai dengan harga pasar yang sebenarnya. Karna perhitungan diatas bukan suatu harga yang pasti, anda harus mencari dan meneliti berbagai referensi perhitungan. Semakin banyak anda mendapatkan referensi dan survey, maka perhitungan bisnisnya pun lebih akurat.

Semoga artikel ini membantu anda dalam memulai suatu bisnis printing ya sahabat. Karna Deprintz, Bikin Usaha Jadi Mudah!

Share

Related Post