Hobi yang menjadi bisnis merupakan peluang yang cukup baik ditekuni untuk beberapa orang. ketika hobi menjadi sebuah bisnis, tentu akan cepat berkembang. Hal itu karena kita menekuninya dengan senang hati dan ikhlas. Salah satu contoh bisnis usah yang bisa dibuat dari hobi adalah bisnis usaha 3D printer untuk miniature atau patung-patung.

Seperti yang sudah iketahui, printer3D merupakan mesin cetak untuk hasil 3D yang merupakan mesin keluaran Amerika yakni Silhouette Alta. Dengan tingkat bisnis yang cukup menggiurkan di kalangan orang yang hobi dengan dunia 3D, tentu bisnis ini bisa menjadi solusi tepat untuk dicoba. Apalagi jika sudah mempersiapkan perhitungan usahanya, tentu usaha yang akan dikembangkan pun menjadi lebih matang. Oleh sebab itu, berikut  perhitungan bisnis printer 3 D dari hobi bisa jadi peluang bisnis yang tinggi.

 

Biaya Investasi awal (Modal)
  • 1 Unit Mesin Printer 3D Silhouette Alta : Rp 6.499.000,-
  • 1 Unit Komputer untuk Proses Cetak    : Rp 5.000.000,-
  • Biaya Tak terduga                                 : Rp 1.500.000,-

  • Total Modal awal                                   : Rp 12.999.000,-

 

 

Biaya Operasional
  • Biaya Gaji Operator : Rp 2.000.000,-
  • Biaya Listrik per Bulan : Rp 2.000.000,-
  • Biaya Filament PLA 1 KG                                             : Rp 225.000,-
  • Biaya Filament ABS 1 KG                                            : Rp 225.000,-

  • Total Biaya Operasional                                              = Rp 4.450.000,-

 

 

Analisa Bisnis

Harga Jual ( Pendapatan ) Usaha Jasa Printing 3D

    • Asumsi harga cetak Filament 1 gram tanpa editing : Rp 3.000,-
    • Asumsi orderan rata-rata per hari 70 Gram : Rp 3.000,- x 70 gram : Rp 210.000,-
    • Orderan per bulan (26 hari x Rp 210.000,-) : Rp 5.460.000,-
    • Laba bersih per bulan

(Harga Orderan Per bulan – Biaya Operasional) Rp 5.460.000,- – Rp 4.450.000,-     : Rp 1.010.000,-

 

Harga jual diatas merupakan harga rata-rata yang saya estimasi melalui pembulatan perhitungan. Dari simulasi perhitungan diatas menghasilkan BEP (Break Event Point) sebagai berikut :

  • BREAK EVENT POINT = Nilai Investasi Awal: Nilai Profit per bulan = Rp 12.999.000,-: Rp 1.010.000,- = kurang lebih 12,9 Bulan Investasi anda akan kembali

 

 

Nah, begitulah kiranya asumsi usaha jasa printing 3D yang bisa anda jadikan referensi. Namun, kembali lagi bahwa perhitungan diatas bukanlah perhitungan yang sama di setiap daerah, alangkah baiknya jika anda mencoba terlebih dahulu dan membuat analisa bisnis sendiri supaya hasilnya lebih akurat.

Jadi, bagi anda yang punya hobi dengan 3D printing bisa mencoba bisnis ini agar usaha anda bisa lebih berkembang. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda sahabat.

Share

Related Post