Sablon kaos merupakan peluang bisnis yang sangat menjanjikan di masa depan. Sablon kaos bisa menggunakan beberapa teknik mulai dari teknik secara manual maupun secara digital. Teknik yang biasa digunakan adalah dengan teknik print DTG. Print DTG merupakan salah satu mesin yang digunakan untuk sablon kaos hingga saat ini masih jadi pilihan. Namun, bagi seorang pemula yang menggunakan DTG tentu banyak sekali kegagalan yang terjadi dalam prosesnya.

Kegagalan dalam proses print DTG yang seringkali terjadi mulai dari file gambar yang dicetak mengalami breset, tinta yang dihasilkan kurang pekat ataupun yang lainnya. Namun, masalah pada mesin DTG yang seringkali terjadi adalah warna tinta putihnya tidak keluar secara maksimal dan sempurna. Hal ini dikarenakan dari beberapa faktor yang mempengaruhinya, yakni sebagai berikut!

 

Tinta Whitenya tidak dikocok secara merata

Tinta warna putih sangat rawan sekali, sehingga anda harus sering mengocok saat tinta warna putihnya terlihat pekat agar hasil sablon kaosnya bisa maksimal. Lakukan pengocokan tinta yang telah terisi di botol tinta, catridge, tabung infus selama kurang lebih satu menit supaya larutan pigment tinta putihnya tercampur merata. Perlu diperhatikan saat mengocok tinta, usahakan tidak ada gumpalan atau endapan tinta yang belum tercampur sehingga tinta warna putihnya bisa maksimal.

 

Kualitas kaos polos yang kurang bagus

Kualitas kaos yang kurang bagus akan mempengaruhi kualitas tinta putihnya. Maka dari itu, saat anda ingin menyablon kaos anda harus menggunakan kaos yang bisa digunakan oleh mesinnya tersebut. Seperti DTG yang hanya bisa diaplikasikan di bahan dasar katun., kanvas atau jeans. Selain bahan kaos itu, maka hasilnya akan kurang bagus. Jadi, baiknya anda menggunakan kaos katun seperti katun combed, katun carded, katun jepang yang sudah terbukti kualitasnya serta bahannya biasa digunakan dan cocok pada mesin DTG.

 

 

Proses treatment kaos kurang kering dan kurang merata

Treatment kaos yang tidak rata akan membuat dasar tinta putih yang bekerja secara tidak maksimal. Oleh karena itu, anda harus mengetahui tahapan proses treatment kaos yang baik dan benar. Untuk membuat cairan treatment pada kaosnya merata, maka bisa juga menggunakan mini spray sebagai penyemprotnya. Alangkah baiknya lakukan sebanyak dua kali tahapan, adapun caranya sebagai berikut!

    • Semprotkan cairan treatment secara tipis dengan merata, lalu gosoklah dengan spons
    • Lakukan lagi penyemprotan cairan treatmentnya secara merata lalu gosok kembli dengan spons
    • Lakukan press kaos 30 detik menggunakan suhu 160 derajat celcius
    • Tunggu beberapa menit sampai cairan treatmentnya agak kering agar tinta putihnya tidak meresap ke dalam kaosnya waktu produksi nanti

 

Tinta putihnya tidak keluar dengan lancar dari printhead

Jika pemilihan kaos sudahbenar, proses treatment sudah maksimal ttapi tinta putihnya masih saja tidak mau keluar maka bisa jadi itu ada tinta yang menempel pada permukaan bawah printhead sehingga anda harus melakukan head cleaning dan nozzle check sebelum melakukan proses cetak pada kaos. Dengan begitu, tinta putihnya akan keluar kembali secara sempurna.

 

Spftware acroRIP tinta putih yang diseeting kurang tepat

Jika anda sebagai pemula dalam menggunakan printer DTG atau printer DTG anda masih terbilang baru maka anda bisa menggunakan settingan white pada software acriRIP. Cara menyetting software ini harus benar, berikut settingannya!

    • Setting white gradient positife 140 (untuk printer DTG gunakan yang 160)
    • Lalu setting 80
    • Gunakan resolusi white 1440 x 1440 dbi sedangkan untuk resolusi colour 1440 x 1440 dbi juga
    • Kemudia pilih dot tipe print dan gunakan yang lats dotnya (lakukan ini, karena ini wajib) agar softwarenya sesuai

 

 

Ptinthead buntu

Jika pada printhead terisi tinta warna putih dalam waktu yang lama yakni sampai lebih dari 8 jam, dengan begitu dapat membuat printheadnya mampet. Hal ini dikarenakan tinta putih itu mudah sekali kering, mengendap dan menggumpal. Upayakan untuk selalu rutin mengocok tinta putihnya dan lebih berhati-hati saat menggunakannya. Jika printhead sudah buntu, hal yang harus anda lakukan adalah head cleaning dan nozzle check lalu berikan cairan cleaner agar lancar kembali.

( Baca juga yuk : Perhitungan bisnis Printer DTG )

 

Capping station macet

Capping adalah alat untuk tempat berhentinya printhead. Jika capping ini jarang dibersihkan secara rutin maka bisa menyebabkan banyak kotoran tinta yang menumpuk di bagian tersebut sehingga membuat tinta putihnya tidak keluar secara lancar. Jika hal ini terjadi, hal yang harus anda lakukan adalah memeriksa dulu apakah pada saat perintah head cleaning, capping station dpat menyedot tinta secara lancar. Lalu periksa juga apakah tinta pembuangan bisa keluar secara lancar ke dalam botol pembuangan atau tidak. Jika tidak keluar, beri cairan cleaner 2-4 tetes sebelum printer dimatikan.

 

Nah, itulah 7 masalah yang biasa terjadi pada printer DTG terutama mengenai tinta putih yang sulit untuk keluar. Pastikan 7 hal di atas harus anda periksa agar tinta pada printer DTG anda tetap dalam keadaan prima. Semoga bermanfaat bagi anda yang ingin menggunakan printer DTG sebagai mesin usaha. Jika ingin konsultasi mengenai bisnis atau mesin-mesin industri bisa hubungi Deprintz ya, karena Bersama Deprintz, Buat Usaha Jadi Mudah!

Related Post