Bahan pewarna pada kain biasanya digunakan untuk memberikan kesan cantik pada kain yang akan kita gunakan. Warna-warna pada kain didapat dari bahan pewarna mulai dari yang alami sampai dengan yang sintesis. Dalam industri tekstil, ada 2 teknik pewarnaan yang biasa digunakan . Diantaranya adalah sebagai berikut!

 

  1. Teknik Yarn Dying

Teknik ini merupakan salah satu proses mewarnai atau memberi warna pada benang secara merata atu kata lain nya adalah pencelupan benang. Proses ini digunakan untuk benang-benang yang membutuhkan warna, jika benang yang berwarna putih dan natural tidak perlu dicelupkan warna.

Sebelum proses pencelupan benang, pastikan bahan pewarna sesuai dengan jenis benangnya. Adapun jenis bahannya harus disesuaikan dengan benangnya sebagai berikut!

    • Benang yang berasal dari serat alam harus menggunakan zat pewarna alam dan sintesis yang juga khusus untuk seart alam
    • Benang yang berasal dari sintesis harus menggunakan zat berwarna yang juga sesuai dari sintesis

Teknik ini biasanya dilakukan dalam bentuk cone (cheese) atau bentuk hank melalui package dying machine. Setelah proses ini baru bisa di yarn dyed lalu diproses lebih lanjut menggunakan cara weaving atau knitting untuk menghasilkan bahan kain.

 

  1. Fabric Dying

Teknik ini hampir mirip dengan teknik yarn dying, hanya saja jika pada yarn dying vbenang yang dicelupkan namun pada tekning ini yang dicelupkan adalah lembaran kainnya. Pada proses ini, jenis zat pewarna pun harus disesuaikan dengan jenis lembaran kainnya agar hasilnya maksimal.

Secara teknologi yang ada, teknik fabic dying dapat dilakukan dengan dua cara yakni dengan system batch maupun continuous dying. Adapun klasifikasinya adalah sebagai berikut!

    • Sistem batch biasanya digunakan untuk mencelup knitted fabric sampai dengan medium woven fabric yang berbentuk rope dengan jumlah yang tidak terlalu banyak. Dalam proses ini akan terjadi deviasi warna antara batch lebih besar dibandingkan dengan system continuous.
    • Sedangkan system contonous digunakan untuk mencelupkan wven fabric (tidak untuk kintted fabric) dalam bentuk open width dengan jumlah yang cukup besar (minimal 100.000 meter). Bedanya dengan system batcah adalah bahwa system ini akan membuat pemerataan warna karena dapat meminimalkan deviasi warna sehingga warna yang dihasilkan akan lebih tajam.

 

Selain kedua teknik diatas, teknik pemberian warna pada tekstil dapat dilakukan dengan cara printing untuk menghasilkan kain dengan desain tertentu. Mesin printing yang biasa digunakan untuk printed fabric bisa berupa flat screen printing machine atau rotary printing machine. Adapayn penjelasan singkat kedua teknik ini adalah sebagai berikut :

    • Flat screen printing biasanya digunakan untuk mencetak desain block (penuh) yang tidak terlalu memerlukan ketajaman desain yang tinggi. Teknik ini bekerja dengan kecepatan kurang lebih 20 – 30 meter per menit.
    • Rotary screen printing digunakan untuk mencetak desain geometris atau garis yang memerlukan ketajaman desain yang tinggi. Teknik ini bekerja dengan kecepatan kurang lebih 80 meter per menit.

 

Itulah beberapa penjelasan singkat mengenai teknik yang dilakukan untuk mewarnai bahan tekstil yang harus anda ketahui. Jika anda ingin memulai suatu bisnis tekstil, tentu teknik mewarnai bahan merupakan hal yang penting untuk mengetahui jenis dan kualitasnya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda sahabat. Deprintz, buat usaha lebih mudah!

Share Artikel ini

Related Post