Bisnis di bidang tekstil menjadi bisnis yang sangat digemari, apalagi saat ini mencetak gambar atau motif dapat dilakukan secara cepat dengan hasil yang memuaskan menggunakan proses cetak digital. Dengan proses yang singkat dan hasilnya akan sangat sempurna berapapun gambar atau warna yang anda cetak pada media atau bahan kain.

Selain proses pengerjaan yang cukup mudah dan cepat, cetak kain menggunakan teknik cetak digital sangat ramah lingkungan. Teknik ini umunya sangat minim menyisakan limbah cair yang dihasilkan. Berdasarkan kegunaan dan desain yang dihasilkan, tinta printing kain dapat dibedakan menjadi 4 jenis yakni sebagai berikut!

 

  1. Tinta Acid

 

 

Tinta Acid merupakan tinta yang sering digunakan pada kain berbahan dasar protein seperti wool dan sutra serta nylon. Namun, tinta acid tidak bisa digunakan pada jenis-jenis kain katun, rayon serta bahan synthetic fiber seperti halnya kain polyester. Sehingga, tinta ini tidak cocok digunakan pada mesin sublim.

 

  1. Tinta Reactive

 

 

Tinta Reactive biasanya digunakan pada jenis kain berbahan dasar serat alami seperti katun, linen dan rayon. Sebenarnya, tinta reactive pun dapat digunakan pada jenis kain berbahan dasar nylon, hanya saja pada proses fiksasi yang dilakukan berbeda. Reaksi kimia dan kain harus benar-benar diperhatikan untuk mendapatkan hasil warna yang cerah pada kainnya. Salah satunya dengan memaksimalkan reaksi kimia pada kain dan tinta untuk menghilangkan kain kehilangan atom hydrogen dan tinta kehilangan atom chlorine. Dengan begitu, kain dan tinta akan menyerap satu sama lain secara alamiah.

 

  1. Tinta Disperse

 

 

Tinta ini biasanya digunakan pada kain yang berbahan dasar polyester, lycra, acrylic, serta rayon acetate. Namun, tinta ini tidak dapat dicetak atau di transfer melalui tinta transfer sehingga tinta ini dapat digunakan langsung pada kain lalu dipanaskan. Tinta ini dapat digunakan pada teknik direct totekstil.

 

  1. Tinta Sublimasi

 

 

Tinta sublimasi sudah terkenal sebagai tinta yang mempunya daya tahan cuci cukup baik. Tinta ini seringkali digunakan oleh para pebisnis garmen karena kain ini bisa ditransfer melalui kertas transfer paper pada kain polyester dengan bantuan heat press atau dicetak langsung pada kain dan kemudiakan dipanaskan menggunakan heat press roll. Tinta ini paling sering digunakan di teknik direct to tekstil maupun teknik sublimasi.

 

Dilihat dari keempat tinta diatas, dapat disimpulkan bahwa setiap tinta memiliki kegunaan dan tujuan yang berbeda-beda sesuai dengan desain yang ingin anda buat. Setiap tinta diaplikasikan di jenis kain yang berbeda dengan berbagai keunggulan masing-masing. oleh karena itu, anda harus menentukan desain dan tujuan anda terlebih dahulu untuk menentukan tinta mana yang akan anda gunakan.

Menurut sahabat, mana sih tinta yang paling cocok digunakan untuk usaha tekstil?

Share

Related Post