Bagi pelaku bisnis UKM, modal usaha tentu menjadi suatu hal yang penting yang harus disiapkan jika ingin membuka sebuah usaha. Biasanya modal usaha ini berasal dari uang pribadi atau pun modal gabungan bersama relasi yang bergabung untuk mendirikan usaha bersama.

Selain dua pilihan tersebut, kamu juga bisa memeroleh tambahan modal dari pihak luar seperti perbankan, lembaga keuangan non-bank, hingga investor.

Namun hal ini dirasa cukup sulit untuk pemula karena harus bisa memberikan jaminan usaha sukses dan setidaknya usahamu sudah berjalan selama minimal 6 bulan.

Sebenarnya, tidak ada cara pasti bagaimana cara mengatur modal usaha yang baik karena pengelolaan modal usaha itu dapat dilihat dari seberapa baik kamu mengatur keuangan sesuai dengan pengeluaran dan pemasukan.

Namun bagi Printzie yang masih pemula dalam berbisnis tentu ada beberapa tips agar kamu sendiri dapat mengatur modal usaha dengan efektif dan terhindar dari kerugian.

Sebelum masuk lebih dalam seputar tips, ada baiknya kamu lebih dulu mengenal beberapa jenis investasi usaha. Berikut penjelasan lengkapnya.

Jenis-Jenis Modal Usaha

Sebenarnya jenis modal itu ada banyak Printzie, modal usaha berdasarkan pemiliknya, modal usaha berdasarkan sumbernya, modal usaha berdasarkan wujudnya, dan masih banyak lagi.

Namun untuk mempermudahmu, Minzie aja jelaskan secara singkat seputar modal usaha investasi dan modal kerja. Kedua jenis modal ini ditujukan agar penyediaan dan pengelolaan modal usahamu dapat berjalan lancar.

1. Modal Investasi

Modal investasi merupakan jenis modal usaha yang biasanya dikeluarkan pada awal usaha dan digunakan untuk jangka panjang. Modal ini dikenal dengan harta tetap atau aset dari usahamu.

Dana yang dikeluarkan untuk membeli kebutuhan biasanya bernilai cukup besar agar usahamu tetap bisa berjalan. Contohnya membeli peralatan komputer, perabotan atau mesin usaha, barang-barang penunjang lainnya dan tidak lupa untuk sewa bangunan.

Semisal usaha yang ingin kamu jalankan berupa usaha sablon, maka danamu akan dialokasikan untuk membeli peralatan dan mesin produksi.

Dilansir dari Jurnal Enterpreneur, berikut termasuk ke dalam kebutuhan modal investasi usaha:

  • Modal perizinan. Modal ini mencangkup izin lokasi usaha dari kelurahan dan kecamatan, izin khusus mendirikan usaha, serta izin badan usaha berupa pembuatan PT atau CV disertai dengan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan), dan TDP (Tanda Daftar Perusahaan).
  • Modal investasi tetap. Modal ini mencangkup pembelian aset tanah, bangunan atau sewa tempat, dan renovasi bangunan. Selain ketiga aset tersebut aneka peralatan kebutuhan pokok untuk usaha seperti fasilitas peralatan penunjang, administrasi, hingga alat promosi juga termasuk kedalam modal usaha ini.

(Baca Juga: SIUP Online – Begini  Cara Mudah Mengurusnya)

2. Modal Kerja

Modal kerja sering diartikan sebagai modal yang diperlukan untuk kegiatan sehari-hari seperti kegiatan produksi atau kegiatan operasional. Modal ini biasanya untuk jangka pendek  nih Printzie.

Modal kerja ini dibagi menjadi dua, yakni modal tetap dan modal tidak tetap.

Modal tetap biasanya merupakan modal yang biaya pengeluarkan ditentukan oleh periode tertentu misalnya mesin dan bangunan usaha.

Sedangkan modal tidak tetap merupakan modal yang hanya muncul jika terdapat kebutuhan tambahan saja atau pada saat satu kali proses produksi misalnya bahan baku.

 

Tips Efektif Kelola Modal Usaha Bagi Bisnis UKM

Jika kamu pelaku bisnis UKM, setelah memeroleh modal usaha sesuai kebutuhan pengembangan usaha, kamu memiliki kewajiban untuk mengelola modal tersebut oh!

Dalam mengalokasikan dana tersebut, kamu harus dapat mengelola secara efektif dan efisien agar modal tetap berjalan sesuai dengan target. Apa saja yang seharusnya kamu lakukan untuk mengelola modal usaha ini?

Berikut beberapa tips yang dapat kamu terapkan.

1. Monitor Keuangan Bisnismu

Pengeluaran dan pemasukan sebaiknya harus kamu data dengan rinci dan lengkap. Kamu bisa membuat anggaran setiap bulan atau tiap sepertiga bulan (per kuartal).

Karena kelancaran aliran dana atau kas dalam bisnismu merupakan salah satu indikator pengelolaan modal usaha yang baik. Dari sana kamu sudah dapat mengetahui, apakah aliran dana untuk bisnismu lancar atau mengalami masalah.

Untuk memonitor arus keuangan bisnismu ini kamu bisa menggunakan software akuntansi untuk mempermudah dalam monitoring dan pembuatan laporan keuangan dengan cepat, realtime, dan akurat.

2. Lakukan Konsultasi Pada Ahlinya

Tips selanjutnya yang dapat kamu terapkan dalam bisnismu agar tetap berumur panjang adalah dengan melakukan konsultasi pada ahlinya.

Saat ini sudah banyak konsultan bisnis yang dapat dengan mudah kamu konsultasikan seputar masalah keuangan seperti modal usahamu ini. Jika hal tersebut dirasa terlalu mahal, kamu juga bisa melakukan sharing pada rekanan yang sama-sama sedang membangun bisnis.

3. Kurangi Hutang Berlebih

Printzie, jika kamu merasa dana atau modal yang kamu miliki kurang, maka coba inovasikan produk baru yang dapat membuat usahamu tetap berjalan. Kalau bisa hindari untuk berhutang apalagi di awal-awal memulai bisnis. Jika pun kamu sangat membutuhkannya, cari pihak kedua yang menguntungkan dan tidak memberatkanmu.

  • Menghitung prediksi pendapatan dan kemampuan membayar. Printzie, jangan asal meminjam dana semaksimal mungkin. Sebelum meminjam uang untuk modal usaha, ada baiknya membuat perencanaan bisnis sederhana untuk menghitung prediksi pendapatan dan pengeluaran setiap bulannya. Dengan cara tersebut, kamu dapat mengetahui secara pasti modal yang dibutuhkan serta kemampuan untuk mengembalikan pinjaman dari omzet usaha.
  • Perhatikan tanggal jatuh tempo utang dan bayarlah hutang tepat waktu. Pada saat pengajuan pinjaman dana, pastikan kamu mencatat atau mengingat tanggal jatuh tempo. Bayarlah tepat waktu. Terlambat membayar angsuran justru bisa menimbulkan banyak kerugian – salah satunya bunga yang semakin menumpuk dan dikejar penagih utang atau debt collector.

4. Pisahkan Rekening Pribadi Dengan Bisnis

Saat kamu menjalankan sebuah bisnis, mengatur keuangan tentu menjadi elemen penting bagi kelangsungan usahamu. Selain membuat laporan keuangan terbaca lebih rapi dan tertata, tentunya usahamu bisa lebih transparan apalagi jika kamu dapat memisahkan rekening pribadi dengan rekening bisnis.

“Emang manfaatnya dipisah apa min?”

  • Memudahkanmu dalam merencanakan keuangan. Memisahkan rekening pribadi dan bisnis tentu akan lebih memudahkan dalam penyusunan laporan keuangan serta memantau masuk dan keluarnya keuangan.
  • Sebagai bahan evaluasi kinerja perusahaan. Kas yang tercampur dengan rekening pribadi tentu akan menyulitkanmu dalam menghitung laba dan rugi bukan? Lewat pemisahan rekening ini tentu akan membantu bisnismu lebih tepat dalam penggunaan dana, kamu juga bisa mengevaluasi kondisi dan kinerja bisnismu sendiri.

 

Itu tadi beberapa tips kelola modal usaha yang dapat kamu terapkan dalam bisnismu. Semoga membantu ya!

Share Artikel Ini