Ramadan tiba… Ramadan tiba…

Marhaban Ya Ramadan~

Ramadan telah tiba. Salah satu bulan yang selalu dinanti umat muslim di Indonesia. Selain menjadi momentum untuk mecari pahala sebanyak-banyaknya, bulan penuh berkah ini sering menjadi peluang sebagian orang untuk mendapat rezeki yang berlimpah.

Contohnya usaha yang menjual baju lebaran, oleh-oleh, hingga kebutuhan pokok lainnya.

Walaupun ramadan kedua ini masih dibarengi dengan pandemi penyakit yang membatasi masyarakat untuk menjaga jarak fisik, bukan berarti bisnismu mentok begitu saja.

Dilansir dari laman iPrice, produk-produk tadi rata-rata penjualannya meningkat dibanding bulan biasa. Peningkatan pembelian ini meningkat melalui platform online sebesar 400% sejak PSBB diberlakukan Maret tahun lalu.

Untuk memanfaatkan momen ini, tentunya kamu harus tahu berbagai trend bisnis yang memiliki potensi omzet melimpah di bulan Ramadan serta bagaimana cara memanfaatkannya.

Tapi sebelumnya, kamu harus tahu bisnis di bulan Ramadan ini terbilang prospek atau tidak?

Prospek Bisnis di Bulan Ramadan

Ramadan saat pandemi seakan menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku usaha bahkan bagi sebagian orang yang berjualan ‘musiman’.

Pemikiran seperti kemungkinan orang yang enggan untuk membeli di luar rumah tentu menjadi penghalang kita dalam menjalankan bisnis.

Lantas, apakah peluang bisnis di bulan Ramadan saat pandemi masih menguntungkan?

Ternyata, dilansir dari laman Niagahoster, peluang bisnis di bulan Ramadan saat pandemi masih memiliki prospek yang baik. Namun, memang sebagian besar masyarakat akhirnya memilih menggunakan platform online seperti website dan media sosial untuk tetap memenuhi kebutuhannya.

Jadi, dapat dikatakan bahwa penggunaan platform online dapat menjadi salah satu penyelamat bisnismu di masa pandemi ini. Tapi kamu juga tetap harus menjalankan strategi yang tepat.

Pastikan kamu tahu trend yang muncul khususnya di bulan Ramadan ini. Apa saja trend bisnis tersebut?

 

Trend Bisnis di Bulan Ramadan

Ada beberapa trend bisnis di bulan Ramadan yang bisa kamu ikut sertakan dalam bisnis yang sudah kamu jalani loh, Printzie!

Minzie, sudah merangkumnya ke dalam beberapa segmen bisnis khusus buat kamu!

1. Busana Lebaran

baju lebaran

Baju baru untuk dipakai di Hari Raya sepertinya sudah menjadi tradisi di Indonesia ya, Printzie?

Tak jarang saat bulan puasa penjualan baju ini sangat meningkat.

Nah buat kamu pelaku usaha konveksi, bisa nih menjadikan trend bisnis ini salah satu ide untuk menaikkan omzet penjualanmu selama bulan Ramadan. Mulai dari baju, hijab, mukenah, sarung, hingga sajadah.

Produk-produk tadi bisa kamu kreasikan dengan teknik sablon digital seperti sablon DTG (Direct To Garment), DTF (Direct Transfer Film), polyflex biasa/polyflex printable hingga sublim.

(Baca Juga: Pahami Ini Sebelum Kamu Memulai Jasa Sablon)

Mulailah dengan mencari trend baju lebaran terkini. Kemudian jadikan ‘family package’ karena biasanya banyak keluarga yang senang menggunakan pakaian seragam saat lebaran.

Tentunya berikan jenis bahan yang nyaman dan desain yang menawan agar lebih menarik pelanggan.

Siapa tau mereka yang sudah pernah membeli, kembali untuk repurchase produk dan jasamu bukan?

2. Usaha Kue kering

custom label toples

Kue kering atau cookies kerap menjadi salah satu hidangan yang wajib disajikan di meja ruang tamu saat hari raya perayaan seperti Hari Raya Idul Fitri. Bahkan bisnis satu ini tidak pernah mati, akan selalu ada peminatnya.

Namun, yang akan Minzie bahas bukan usaha kue keringnya tapi custom label toples. Iya!

Walaupun terdengar sederhana, tapi jangan salah banyak loh industri rumahan pembuatan kue kering membutuhkan jasa cetak stiker label usaha mereka agar kemasannya terlihat lebih bagus dan menarik.

Desainnya pun bisa loh kamu sesuaikan dengan tema Hari Raya Idul Fitri. Dengan sistem PO (Purchase Order) dan custom, usaha digital printing-mu khusus cetak stiker bisa semakin beromzet di kala bulan Ramadan ini.

3. Hampers Lebaran

hampers lebaran

Hampers atau parsel Hari Raya menjadi trend di kalangan masyarakat untuk berbagi momen instimewa dengan kerabat dan keluarga.

Selain usaha custom label toples kue, tak ada salahnya kamu juga membuat jasa kemasan hampers atau parsel yang tentunya akan sangat menguntungkan menjelang lebaran nanti.

Kamu bisa menawarkan beberapa bentuk kemasan seperti kotak/box, keranjang, dan sejenisnya. Tentunya gunakan bahan hardbox/rigid box agar isi dari hampers tersebut tetap aman karena bahan tersebut sudah terjamin ketebalannya.

Usaha ini cocok banget bagi kamu para pelaku usaha packing. Menggunakan mesin cutting flatbed  dan printer laser A3 kamu sudah bisa memproduksi packing sesuai kebutuhan costumer.

(Baca Juga: Omzet Melonjak Dari Bisnis Packaging. Berapa Peruntungannya?)

4. Jasa Custom Amplop

custom amplop lebaran

Memberi angpao lebaran pada sanak saudara yang masih kecil sepertinya sudah menjadi salah satu tradisi dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Supaya lebih berkesan, banyak dari mereka mencari beberapa amplop yang lucu dengan beragam desain.

Nah buat kamu pelaku usaha digital printing, bisa nih menawarkan jasa custom amplop yang dapat kamu sesuaikan dengan nama penerima angpao atau kebutuhan konsumenmu.

 

Tips Jitu Raih Sukses Berbisnis di Bulan Ramadan

Setelah mengetahui trend yang ada selama bulan Ramadan pasti kamu bertanya-tanya ‘Gimana cara memanfaatkan trend tersebut min?’

Inilah beberapa tips jitu yang bisa kamu ikuti agar sukses menjalankan bisnis selama bulan Ramadan.

1. Coba berjualan produk atau tawarkan jasamu sesuai dengan trend atau musim yang ada

Setiap pebisnis tentu menginginkan usahanya dapat berjalan dengan sukses dan juga berkembang sepanjang tahun. Jika kamu pemula dalam berbisnis, tentu perkembangan zaman dan juga inovasi bisa menjadi sebuah tantangan tersendiri yang harus dihadapi untuk mempertahankan keberadaan bisnismu.

Berjualan produk atau jasa sesuai dengan trend atau perkembangan pasar bisa menjadi tips jitu pertama yang dapat kamu terapkan dalam bisnismu. Karena umumnya, pelangganmu akan tertarik dan punya perhatian lebih kepada perkembangan trend terbaru.

Dengan mengikuti trend ini, secara tidak langsung kamu bisa lebih mengetahui minat dari para pelangganmu saat ini.

Kita ambil contoh yang berkaitan dengan Ramadan. Ketika memasuki bulan puasa rata-rata kebutuhan konsumen bergeser ke arah fashion seperti baju lebaran keluarga, mukenah, sajadah yang mana bagi kamu pelaku bisnis sablon bisa banget untuk memfokuskan usahanya sebulan pada kebutuhan ini bila ingin usahamu tetap produksi.

2. Bangun kedekatan dan tingkatkan interaksi dengan pelanggan

Menjaga hubungan dan interaksi dengan pelanggan tentu menjadi bagian penting dalam menjaga bisnis yang sukses. Di jaman serba cepat ini, mempertahankan pelanggan jauh lebih penting. Karena, kapan saja mereka merasa tidak senang, mereka bisa memberitahukannya melalui media sosial dan hal ini tentu bisa memengaruhi bisnismu.

Itu sebabnya, menciptakan pengalaman terbaik dengan pelanggan akan membantu mengembangkan relasi usahamu lebih harmonis dengan mereka.

Kamu bisa memulainya dengan berbicara pada pelanggan melalui media sosialmu seperti membalas komentar dengan pembawaan friendly agar mendapatkan kedekatan yang baik. Kemudian, jika mendapatkan pelanggan dengan keluhan pastikan kamu berbicara sebagai seorang individu dimana kamu juga memahami permasalahan mereka.

3. Buat promo untuk pelanggan

Dalam menjalankan bisnis tentu sebagian besar tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan dalam penjualan. Nah, nggak heran jika banyak pebisnis yang selalu berusaha untuk memeroleh keuntungan dengan menetapkan harga produk atau jasa yang mahal.

Cara itu salah besar, Printzie! BIG NO!

Walaupun produkmu berkualitas, tapi pelangganmu pasti akan berpikir dua kali untuk memutuskan menggunakan produk atau jasamu tersebut.

‘Lalu harus dihargai murah min?’

Printzie, kamu bisa kok pakai teknik decoy effect untuk menargetkan pembelian pelangganmu tanpa harus memasang harga mahal diawal. Pastikan target harga yang kamu sasar ada di pilihan kedua.

Misalnya, kamu adalah pelaku bisnis di sektor digital printing. Trend angpao dengan desain unik tentu sedang naik daun. Agar jasa printingmu dilirik calon dan pelanggan lama, berikan mereka 3 pilihan promo harga yang berbeda.

Berikan 3 pilihan paket untuk cetak angpao misalkan untuk ukuran 9 cm x 17 cm dengan desain custom. Pada Paket A beri rentang harga Rp 15.000/pcs dengan minimal order 30pcs. Kemudian untuk paket B berikan harga Rp 12.000/pcs dengan minimal order 50pcs dan Paket C berikan rentang harga Rp 10.000/pcs dengan minimal order 100pcs.

Tanpa harus menargetkan harga mahal diawal, sudah terlihat kan bahwa kamu bisa mendapatkan total penjualan lebih besar?

4. Tingkatkan loyalitas pelanggan dengan pelayanan maksimal

Selain kualitas produk yang baik, pelayanan kepada pelanggan juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan omset penjualan di toko. Karena sebagus apapun produk yang kamu jual, pelanggan pun tidak akan kembali jika pelayanan yang diberikan kurang memuaskan.

Misalnya, memberikan layanan purna jual yang terjamin seperti yang dimiliki Deprintz. Selain memberikan informasi lengkap seputar mesin usaha visual grafika, Deprintz juga menjamin dukungan layanan purna jual seperti memberikan garansi resmi hingga melayani service dan perawatan mesin ke seluruh wilayah di Indonesia.

 

Setelah membaca trend bisnis dan tip diatas, apakah kamu sudah menemukan cara untuk membuat bisnismu semakin sukses di bulan Ramadan tahun ini?

Selamat mencoba dan semoga berhasil!

Share Artikel Ini