SIUP merupakan Surat Izin Usaha perdagangan yang wajib dibuat pada para pengusaha agar usahanya legal di mata hukum dan membantu pelaku usaha melakukan kegiatan usaha perdagangan dengan cepat pula. SIUP berfungsi sebagai salah satu alat pemerintah untuk mendata badan usaha perdagangan untuk perijinan resmi sebuah usaha. Oleh karena itu, banyak sekali para pengusaha yang mau menjalankan perusahaan harus mengerti mengenai SIUP dan cara mendaftarkannya.

 

Pengertian SIUP menurut undang-undang

Pengertian SIUP menurut Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 36/M-DAG/PER/9/2007 Tentang Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan (Permendag 36/2007), Surat Ijin Usaha Perdagangan yang selanjutnya disebut SIUP adalah Surat Ijin untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan, yang selanjutnya disebut SIUP.

Seperti yang sudah disebutkan diatas, SIUP diberikan kepada pelaku usaha dari pejabat pemerintahan untuk membuktikan bahwa usaha yang dijalankan itu sah dan resmi dan dilegalkan oleh pemerintah itu sendiri. Surat ini diberikan tidak hanya pada perusahaan besar saja, namun untuk perusahaan kecil pun wajib mendaftarkan. Pengusaha perorangan maupun firma, PT, CV, Koperasi, BUMN dan lain-lain.

 

 

SIUP banyak beragam jenis loh, apa aja?

Dilihat dari jenisnya, SIUP ini memiliki 3 kategori, yakni sebagai berikut!

 

  • SIUP Kecil

SIUP kategori ini wajib dimiliki pelaku usaha yang memiliki modal dan total pendapatan bersih (netto) sampai Rp 200 juta rupiah di luar dengan biaya tanah dan bangunana tempat usaha.

  • SIUP Menengah

SIUP menengah ini wajib dimiliki pelaku usaha yang memiliki modal dan total pendapatan bersih (netto) lebih dari Rp 200 – Rp 500 juta di luar biaya tanah dan bangunan tempat usahanya.

 

  • SIUP Besar

SIUP ini wajib dimiliki oleh pelaku usaha yang memiliki modal dan total pendapatan bersih (netto) lebih dari Rp 500 juta di luar biaya tanah dan bangunan tempat usaha.

 

Yang tidak perlu mendaftarkan SIUP dari pelaku usaha

 

 

Meskipun mendaftarkan SIUP merupakan kewajiban yang harus dilakukan para pelaku usaha, namun ada beberapa yang tidak perlu mendaftarkan SIUP untuk usahanya. Seperti peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor: 36/M-DAG/PER/9/2007, SIUP dikecualikan untuk pelaku usaha sebagai berikut :

    • Kantor cabang perusahaan atau kantor perwakilan perusahaan
    • Pelaku usaha kecil perorangan yang tidak berbentuk Badan Hukun atau Persekutuan, dimana usahanya diurus dan dikelola sendiri oleh pemiliknya atau anggota keluarga terdekat
    • Pedagang keliling, pedagang asongam, pedagang pinggir jalan atau pedagang kaki lima.

 

Cara mendaftarkan SIUP online lewat system OSS (Online Single Submission)

Membuat SIUP online melalui jalur Online Single Submission (OSS) merupakan terobosan ang dilakukan Pemerintah agar pelaku usaha dapat mengurus perizinan yang mudah dan cepat. Online Single Submission atau Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik diterbitkan lembaga OSS untuk menteri, pimpinan, gubernur, atau bupati/wali kota ke pelaku usaha dengan system eektronik yang sudah terintegrasi.

Adanya system OSS ini memiliki peran sebagai gerbang system pelayanan pemerintahan yang sudah ada di kementrian atau lembaga dan pemerintah daerah, mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018. Dengan begitu, pengurusan izin berusaha melalui system OSS akan diteruskan ke pemrintah daerah terkait supaya diterbitkan nanti surat izin usaha perdagangannya. Nah, sebelum mengurus atau mendaftarkan SIUP, pelaku usaha wajib memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) terlebih dahulu agar bisa membuat SIUP.

 

Nomor Induk Berusaha (NIB) merupakan identitas pelaku usaha yang diterbitkan oleh Lembaga OSS setelah pelaku usaha mendaftar. NIB juga berperan sebagai berikut ini :

    • Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
    • Jika pelaku usaha ingin melakukan impor, maka NIB sebagai Angka Pengenal Impor (API)
    • Jika pelaku usaha mau melakukan kegiatan ekspor atau impor, maka NIB sebagai Akses Kepabeanan.

 

NIB ini wajib dimiliki oleh pelaku usaha sebagai syarat utama melakukan usaha agar memperoleh beberapa hal berikut ini!

    • NPWP Badan atau Perorangan kalau pelaku usaha belum memiliki
    • Surat Pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA)
    • Bukti Pendaftaran Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan
    • Notifikasi kelayakan buat memperoleh fasilitas fiskal
    • Izin Usaha semisal Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

 

Tutorial atau langkah-langkah mendapat NIB untuk mengurus SIUP

 

 

Agar mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB), yang harus pertama kali dilakukan pelaku usaha adalah mendaftarkan diri terlebih dahulu. Untuk membuat NIB, pelaku usaha harus emmenuhi syarat seperti KTP atau paspor pelaku usaha, nomor telepon usaha atau perusahaan serta alamat email perusahaan.

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk mendapatkan NIB yang menjadi syarat pembuatan SIUP.

    • Membuka alamat website oss.go.id
    • Di pojok kanan atas klik menu daftar
    • Lalu isi form registrasinya
    • Centang syarat dan ketentuan setelah semuanya terisi lalu kalik daftar
    • Lalu, buka email perusahaan yang telah anda daftarkan lalu temuka kiriman email dari Online Single Submission (OSS)
    • Buka email dan aktifasi dengan cara klik tombolnya dan tunggu sampai ada notifikasi registrasi berhasil
    • Nanti aka nada kiriman email yang berisi konfirmasi akun registrasi OSS berisi username, password, dan nomor identitas
    • Sudah tahu username dan password, lakukan log in di wesbsite oss.go.id
    • Setelah masuk di halaman selamat datang di OSS, lalu pilih perizinan berusaha (Non perseorangan)
    • Perlu anda ketahui, jika perusahaan anda berbentuk PT maka data perusahaan akan otomatis terisi
    • Namun jika tidak ada, pelaku usaha harus menyalin data dari AHU online dengan langkah memilih perizinan berusaha (Non perseorangan), lalu pilih perekaman data akta, klik tombol ambil data perusahaan (PT) dari AHU online lalu isi nama perusahaan
    • Apabila perusahaan berbentuk CV, koperasi, ataupun perorangan maka pelaku usaha harus melakukan perekaman data manual di menu perekaman data akta. Lalu di menunya pilih tambah
    • Untuk mengisi perekaman data, beberapa hal yang harus anda persiapkan yakni data perusahaan, data pengurus dan pemegang saham, data modal perusahaan sampai maksud dan tujuan perusahaan
    • Jika sudah beres semua, selanjutnya untuk mendapatkan NIB klik menu permohonan berusaha
    • Klik bagian pilih akta
    • Setelah muncul notifikasi informasi validasi KSWP & NPWP, lalu klik proses
    • Selanjutnya aka nada halaman form permohonan dalam lima langkah
    • Langkah yang pertama adalah memastikan apakah data perusahaan sesuai dengan yang ada pada halaman. Jika sudah selesai, klik tombol lanjut
    • Tuntaskan langkah-langkah tersebut hingga selesai, mulai dari akta pendirian, kelengkapan data, komitmen izin usaha, komitmen izin komersial hingga output
    • Pada komitmen izin usaha, lakukan pencetangan izin-izin yang memang dibutuhkan lalu klik tombol lanjut
    • Pastikan semua data telah sesuai dan pantau selalu informasi mengenai proses nomor izin berusahanya.

 

 

Nah, begitulah cara mendaftarkan perusahaan untuk mendapatkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) secara online yang bisa anda coba. Pentingnya SIUP untuk perusahaan adalah untuk keamanan usaha anda karena memiliki perizinan resmi dari pemerintah. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda sahabat. Bersama Deprintz, Buat Usaha Jadi Mudah!

Share

Related Post