Sesuai anjuran Pemerintah pada anggal 5 April lalu mengenai kewajiban untuk menggunakan masker saat di luar rumah merupakan hal yang harus digalakkan untuk memangkas laju penyebaran virus Corona (Covid-19). Seperti data yang diberikan, kasus masyarakat yang positif terkena virus corona adalah sebanyak 2.273 orang dengan 198 orang meninggal dan 164 orang yang sembuh. Hal ini dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang tidak mematuhi peraturan untuk tetap di rumah atau setidaknya menggunakan masker saat pergi ke luar rumah.

Oleh sebab itu, sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menganjurkan masyarakat untuk menggunakan masker kain sebagi pelindung agar tidak mudah tertular virus corona ini. Masker kain juga dapat menekan 72 % laju penularan virus corona. Namun, Achmad Yurianto selaku juru bicara mengatakan bahwa penggunaan masker kain tidak lebih dari 4 jam. Itu artinya dalam sehari kurang lebih anda harus memiliki 3 masker untuk ganti-ganti jika pekerjaan anda berada di luar rumah.

Kepedulian masyarakat terhadap penggunaan masker masih terlalu minim, sehingga dibuatlah kebijakan  untuk mewajibkan menggunakan masker mulai tanggal 5 April kemarin. Hal ini bisa anda jadikan sebuah ladang untuk mendapatkan uang. Ya, membuat masker sendiri merupakan solusi yang saat ini lagi booming untuk dijadikan usaha. Membuat masker sendiri juga ternyata sangat mudah loh, apalagi anda yang memiliki keterampilan dan hobi membuat beragam olahan kain. Berikut cara membuat masker sendiri di rumah sebagai penduduk Negara Indonesia yang baik.

 

Hasil Masker Kain Buatan Deprintz

 

Tutorial Membuat Masker DIY ala Deprintz

Alat yang dibutuhkan :

  • Mesin Jahit Portable
  • Mesin Cutting Sticker
  • Mesin Printer Label
  • Printer
  • Setrika

 

Bahan :

  • Kain Katun Jepang
  • Kain Katun biasa
  • Kertas HVS
  • Tali karet
  • Kertas labelling
  • Jarum pentul

 

Cara Buat :

  1. Persiapkan pola masker sesuai dengan yang diinginkan
  2. Cetak pola masker yang sudah dibuat menggunakan printer
  3. Lalu, potong pola masker yang sudah dicetak menggunakan mesin cutting sticker atau gunting
  4. Tempelkan pola masker yang sudah dipotong ke kain katun 100 % atau kain lain yang sudah ditumpuk dengan bantuan jarum pentul
  5. Potong kain sesuai pola desain. Pastikan kedua lembar kain terpotong sesuai pola.
  6. Jahit kain yang sudah ditempelkan sesuai pola yang sudah dibuat menggunakan mesin jahit (jahit dari belakang)
  7. Balik kain yang sudah dijahit tadi supaya terlihat rapi hasil jahitannya. Kemudian jahit tali karetnya
  8. Cetak label sesuai desain yang diinginkan melalui handphone atau laptop
  9. Press label yang sudah dicetak ke masker kain yang diinginkan menggunakan setrika dalam waktu 30 detik
  10. Masker DIY sudah bisa anda gunakan.

 

Untuk tutorial secara jelasnya bisa lihat videonya berikut ini!

 

Nah, itu dia peluang usaha membuat masker sendiri yang bisa anda coba lakukan dalam keadaan virus corona yang semakin menyebar ini. Apalagi, anda bisa mendapatkan keuntungan yang cukup menjanjikan dengan hal ini. Selain anda bisa mendapatkan uang, anda juga bisa mengisi kegabutan selama menjalani karantina mandiri (Work From Home). Adapun keuntungan yang bisa anda dapatkan adalah sebagai berikut!

 

Biaya Investasi Awal :

Harga Paket Sempurna Buat Masker terdiri dari :

  • Mesin Jahit Brother 14 pola
  • Cube Label Printer Brother BT300 14 pola           
  • 1 Tape Cube Black on white (8 mtr)                       
  • 1 Tabe Cube  Black on Green (8mtr)                       
  • Cameo 4                                                        
  • Printer Canon IP 2770                                                          

Free :

  • 1 design pola
  • 1 set benang
  • 1 Roll Karet Masker
  • 1 meter bahan
TOTAL Rp 9.999.000

 

Biaya Operasional

Estimasi Biaya Listrik untuk Operasional 1 Bulan Rp. 200.000,-
Total Biaya Operasional per Bulan Rp. 200.000,-

 

Harga Modal Buat Masker Sendiri

Jasa Jahit 1 Masker Rp. 1.000/ masker
1 Meter Kain Jepang Harga Rp 30.000 untuk 20 pcs Masker untuk Lapisan Luar , jadi harga kain untuk Masker (Rp 30.000 : 20pcs) = Rp 1.500
1 Meter Kain Katun biasa Harga Rp 20.000 untuk 20 pcs masker untuk lapisan dalam, Jadi harga kain untuk masker (Rp 20.000 : 20pcs) = Rp 1.000
Harga Tali untuk masker uk 20 cm Rp 600/masker
Total Rp 4.100/masker

 

Analisa bisnis

Asumsi harga jual per masker Rp. 5.500/masker
Estimasi sehari bisa jual 5 Lusin (60 pcs)
Laba bersih per masker = Harga jual – Harga Modal

= Rp 5.500 – 4.100

= Rp 1.400/Masker

Laba bersih/hari = Rp 1.400 x 60pcs

= Rp 84.000

Jadi, Laba bersih/bulan (30 hari) = Rp 2.520.000,-

 

Dengan Simulasi Perhitungan di atas akan menghasilkan BEP (Break Event Point) sebagai berikut :

Nilai Profit / Bulan = Nilai Omzet – Biaya Operasional

= Rp 2.520.000,- – Rp. 200.000,-

= Rp. 2.320.000,- / Bulan

BREAK EVENT POINT = Nilai Investasi Awal : Nilai Profit per bulan

= Rp. 9.999.000,- : Rp. 2.320.000,-

= 4,3 Bulan modal kembali

 

Paket CORONA dengan beragam perhitungan bisnisnya!

 

Deprintz menyediakan beberapa paket usaha CORONA yang bisa anda pilih dan juga perhitungan usahanya. Klik disini untuk Paket Usaha CORONA!

 

Sesuai hasil BEP yang tertera di atas, dengan waktu 4,3 bulan saja modal yang anda keluarkan kembali. Dengan menjual minimal 5 lusin per hari atau setara 60pcs per hari. Bayangkan, jika anda bisa menjual lebih dari 60 pcs per hari. Kira-kira, berapa ya keuntungan yang bisa anda dapatkan? Namun, perlu anda ketahui bahwa perhitungan di atas hanyalah estimasi, yang mana anda bisa mendapatkan perhitungan  bisnis yang lebih sesuai.

Nah, ayo galakkan gerakan pemerintah dengan membuat masker sendiri untuk melindungi diri atau orang yang kita sayangi. Mari lawan virus corona bersama-sama, semoga dengan gerakan ini kita semua terhindar dari virus yang lagi merajalela ini. Jika anda membutuhkan konsultasi mengenai mesin untuk membuat masker sendiri, silahkan hubungi deprintz. Kami siap membantu anda dengan senang hati, karena bersama Deprintz, Buat Usaha Jadi Mudah!

Konsultasi Disini!

Related Post