Dalam memulai usaha, hal yang menjadi pilihan adalah mendapat keuntungan sebanyak-banykanya dengan modal seminim-minimnya. Namun kenyataannya, anda memang butuh modal yang significant untuk mengembangkan usaha. Sah-sah saja jika modal yang anda keluarkan sesuai dengan pendapatan yang akan anda dapatkan. Apalagi jika modal yang anda keluarkan memiliki waktu yang lumayan cepat untuk balik modalnya. Sudah pasti anda akan semakin betah untuk mengembangkan usaha.

Usaha Sablon, usaha yang sudah banyak sekali peminatnya. Maka dari itu, kali ini saya akan memberikan asumsi bisnis mengenai Usaha Sablon menggunakan Polyflex dan Cutting sticker menggunakan mesin Graphtec CE LITE 50. Untuk itu, diperhatikan baik-baik ya agar anda yang ingin usaha cutting sticker memiliki pandangan ke depan. Berikut ini saya akan berikan asumsi perhitungan usaha cutting sticker yakni :

 

Investasi Awal
  • Mesin Grapthec Ce Lite 50             = Rp 15.500.000,-
  • Mesin Heat Press Kaos38x38 cm = Rp 3.499.000,-
  • Biaya Gaji Karyawan = Rp 2.000.000,-
  • Biaya Tak terduga = Rp 5.000.000,-

  TOTAL                                                 Rp 23.749.000,-

 

Biaya Operasional

Menghitung biaya produksi perkaos

  • Harga Polyflex 10 M = Rp    000,-
  • Harga polyflex 75.000/m (5 Desain)

Ongkos sablon             = 75.000 : 5 = Rp 15.000,-

Harga kaos                  = 37.000,-

Harga Kaos Sablon      = 15.000 + 37.000       = Rp      52.000,-


Total Biaya Operasional                                           = Rp 750.000 + Rp 52.000

   = Rp 802.000,-

 

 

Analisa Bisnis Sablon Kaos dengan Polyflex

Harga kaos pada umumnya 80.000/kaos. Mari asumsikan 1 hari mendapatkan order 20 kaos, dengan hari kerja 26 hari.

  • Margin/kaos = Rp 80.000  – Rp 52.000        = Rp 28.000,-
  • Profit = Rp 20 kaos x Rp 28.000        = Rp 560.000,-
  • Omzet = 26 hari x Rp 560.000            = Rp 14.560.000,-

 

Harga jual diatas merupakan harga rata-rata yang saya estimasi melalui pembulatan perhitungan. Dari simulasi perhitungan diatas menghasilkan BEP (Break Event Point) sebagai berikut :

  • Nilai provit = Nilai Omzet (Laba bersih) – Biaya Operasional = Rp 560.000 – Rp 802.000 = Rp 13.758.000/ Bulan
  • BREAK EVENT POINT = Nilai Investasi Awal: Nilai Profit per bulan = Rp 23.749.000 : Rp 13.758.000 = kurang lebih 1,7 Bulan Investasi anda akan kembali

 

 

Nah, begitulah perhitungan bisnis mengenai bisnis sablon polyflex menggunakan mesin Grapthec. Perhitungan diatas hanyalah asumsi dan tidak dapat dijadikan patokan bahwa asumsi diatas adalah pembenaran. Omset yang besar tergantung terhadap orderan anda rata-rata perhari. Ketika orderan anda semakin banyak, maka pendapatan pun semakin meningkat dan juga sebaliknya.

Oleh karena itu, perlunya promosi yang kuat jika ingin menghasilkan pendapatan yang banyak serta cepat dalam mengembalikan modal yang sudah anda keluarkan. Jika promosi anda naik turun sudah pasti usaha anda pun akan naik turun untuk pendapatannya.

Oke, Semoga asumsi perhitungan usaha ini dapat membantu anda dalam memulai usaha sablon. Tapi kembali lagi, lakukan survey sendiri agar anda dapat mendapatkan hasil sesuai dengan kenyataan. Semakin sering anda survey, maka semakin sering anda mendapatkan hasil yang maksimal.

 

Share

Related Post

Segera Dapatkan Info Terbaru dari Kami

Gak Pake Lama, Input Email Anda Disini!

You have Successfully Subscribed!